PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatat perbaikan skor Environmental, Social, and Governance (ESG) Risk Rating pada 2025 sebagai bagian dari transformasi bisnis berkelanjutan yang terus diperkuat perusahaan. Berdasarkan penilaian Sustainalytics, skor ESG PTPP turun menjadi 32,3 pada tahun ini. Perbaikan tersebut melanjutkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, skor ESG Risk Rating PTPP berada

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatat perbaikan skor Environmental, Social, and Governance (ESG) Risk Rating pada 2025 sebagai bagian dari transformasi bisnis berkelanjutan yang terus diperkuat perusahaan. Berdasarkan penilaian Sustainalytics, skor ESG PTPP turun menjadi 32,3 pada tahun ini.
Perbaikan tersebut melanjutkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, skor ESG Risk Rating PTPP berada di level 39,5 pada 2023 dan membaik menjadi 36,9 pada 2024. Dalam metodologi Sustainalytics, skor yang semakin rendah menunjukkan tingkat risiko ESG yang semakin terkendali.
Peningkatan kinerja ESG ini dinilai mencerminkan penguatan tata kelola perusahaan, sistem manajemen risiko, serta integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis. Perusahaan konstruksi pelat merah di bawah naungan Danantara Indonesia itu menegaskan ESG kini tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan bagian dari fondasi bisnis jangka panjang.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyebut perusahaan terus memastikan setiap proyek memperhatikan aspek lingkungan, sosial, keselamatan kerja, dan tata kelola. Pendekatan tersebut diterapkan melalui integrasi ESG dalam Enterprise Risk Management (ERM), pembentukan Komite ESG, hingga implementasi roadmap keberlanjutan perusahaan periode 2024–2028.
Selain itu, PTPP juga mulai memperluas penerapan konsep green construction dan digitalisasi pengawasan keberlanjutan melalui dashboard ESG serta platform GREENV. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, dan transparansi pengelolaan proyek.
Memasuki 2026, perusahaan menargetkan implementasi ESG diperluas hingga ke anak usaha. PTPP juga mulai memperkuat pengukuran emisi karbon Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi jangka panjang.
Penguatan ESG menjadi semakin penting seiring meningkatnya perhatian investor dan regulator terhadap aspek keberlanjutan. Di sektor konstruksi, penerapan prinsip ESG dinilai dapat memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mengurangi risiko operasional dan reputasi di masa depan.
Dengan perbaikan skor ESG Risk Rating yang konsisten, PTPP berharap dapat memperkuat posisi sebagai perusahaan konstruksi nasional yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan tata kelola bisnis yang lebih adaptif terhadap tuntutan global.







