728 x 90

Produksi Emas Naik 33 Persen, ARCI Tebar Dividen Rp1 Triliun

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) membagikan dividen tunai senilai 60 juta dollar AS atau sekitar Rp1,04 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang digelar di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Pembagian dividen jumbo itu didorong lonjakan kinerja operasional perusahaan tambang emas milik Grup Rajawali tersebut

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) membagikan dividen tunai senilai 60 juta dollar AS atau sekitar Rp1,04 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang digelar di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Pembagian dividen jumbo itu didorong lonjakan kinerja operasional perusahaan tambang emas milik Grup Rajawali tersebut sepanjang 2025. ARCI mencatat produksi emas mencapai sekitar 122 ribu ons, meningkat 33 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan produksi turut mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan secara signifikan.

Direktur Utama Archi Indonesia Rudi Suhendra menjelaskan total dividen yang dibagikan setara dengan sekitar 60 persen dari laba bersih perseroan tahun 2025 yang mencapai 102,52 juta dollar AS. Kebijakan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengembalian nilai kepada pemegang saham.

Pembayaran dividen dilakukan dalam dua tahap. Perseroan sebelumnya telah menyalurkan dividen interim sebesar 30 juta dollar AS pada Desember 2025. Sementara sisa dividen final senilai 30 juta dollar AS dijadwalkan dibayarkan pada Juni 2026.

Secara operasional, peningkatan produksi emas ARCI ditopang perbaikan tingkat utilisasi pabrik, peningkatan gold recovery, serta pengembangan tambang bawah tanah dan pit baru. Perseroan juga mencatat aktivitas eksplorasi agresif dengan total pengeboran mencapai lebih dari 85 ribu meter sepanjang tahun lalu.

Selain kenaikan volume produksi, lonjakan harga emas global juga menjadi faktor penting yang mendukung kinerja perusahaan. Pendapatan ARCI sepanjang 2025 tercatat mencapai sekitar 496 juta dollar AS dengan EBITDA sebesar 231 juta dollar AS dan margin EBITDA sekitar 47 persen.

Meski menghadapi kenaikan tarif royalti emas, perusahaan menilai efisiensi operasional tetap mampu menjaga profitabilitas. ARCI juga mulai memperluas strategi bisnis melalui pengembangan proyek geothermal sebagai bagian dari diversifikasi energi jangka panjang.

Untuk 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan produksi emas minimal 15 persen. ARCI juga berencana meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan dari 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun guna mendukung ekspansi produksi dan efisiensi operasional.

Di pasar modal, keputusan pembagian dividen dan pertumbuhan produksi emas memperkuat perhatian investor terhadap saham ARCI di tengah tren harga emas dunia yang masih tinggi. Emiten ini sebelumnya juga mencatat lonjakan laba bersih hampir 10 kali lipat secara tahunan sepanjang 2025.

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos