728 x 90

KSSK Perkuat Mitigasi Risiko Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkuat langkah mitigasi risiko ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah dan volatilitas pasar keuangan dunia. Pemerintah bersama otoritas keuangan menilai tekanan eksternal perlu terus diantisipasi agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi domestik.  Ketua KSSK sekaligus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dinamika geopolitik global, khususnya konflik

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkuat langkah mitigasi risiko ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah dan volatilitas pasar keuangan dunia. Pemerintah bersama otoritas keuangan menilai tekanan eksternal perlu terus diantisipasi agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi domestik. 

Ketua KSSK sekaligus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, menjadi faktor utama yang memicu fluktuasi harga energi dan tekanan di pasar keuangan internasional. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi inflasi, nilai tukar, hingga arus modal asing ke negara berkembang termasuk Indonesia. 

Dalam rapat berkala KSSK yang dihadiri Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pemerintah sepakat memperkuat asesmen forward looking terhadap sektor fiskal, moneter, dan jasa keuangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons kebijakan dapat dilakukan lebih cepat apabila tekanan global meningkat. 

Meski dihadapkan pada ketidakpastian global, KSSK menilai kondisi ekonomi nasional pada triwulan I-2026 masih relatif terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,61 persen, ditopang konsumsi domestik, belanja pemerintah, serta investasi yang tetap kuat. 

Pemerintah juga menegaskan APBN tetap berperan sebagai shock absorber untuk meredam dampak gejolak eksternal. Sejumlah stimulus fiskal disiapkan guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2026. 

Selain memperkuat koordinasi antarotoritas, KSSK juga meningkatkan pemantauan terhadap pergerakan rupiah, arus modal asing, serta ketahanan permodalan sektor perbankan nasional. Otoritas menilai sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan menjadi kunci menjaga stabilitas di tengah volatilitas global yang diperkirakan masih berlangsung hingga paruh kedua tahun ini. 

Di sisi lain, harga minyak dunia mulai mengalami penurunan setelah adanya perkembangan diplomasi terkait konflik Timur Tengah. Namun, KSSK menilai risiko lonjakan harga energi masih perlu diwaspadai karena dapat berdampak langsung terhadap inflasi dan beban subsidi energi nasional. 

Ke depan, pemerintah memastikan koordinasi lintas lembaga akan terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga di tengah tekanan global yang dinamis. 

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos