728 x 90

IHSG Ditutup Menguat 1,15 Persen, Saham PANI hingga BBCA Melonjak

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,15 persen atau naik 81,85 poin ke level 7.174,32 pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Penguatan indeks ditopang aksi beli pada saham-saham perbankan besar dan emiten konglomerasi yang kembali bergerak agresif di tengah membaiknya sentimen pasar domestik. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau sejak pembukaan. Indeks sempat menyentuh level

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,15 persen atau naik 81,85 poin ke level 7.174,32 pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Penguatan indeks ditopang aksi beli pada saham-saham perbankan besar dan emiten konglomerasi yang kembali bergerak agresif di tengah membaiknya sentimen pasar domestik.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau sejak pembukaan. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.207,07 sebelum akhirnya ditutup stabil di kisaran 7.174. Nilai transaksi pasar tercatat mencapai sekitar Rp22,7 triliun dengan volume perdagangan lebih dari 39 miliar saham.

Sebanyak 370 saham menguat, sementara 315 saham melemah dan 274 saham stagnan. Mayoritas indeks acuan juga berakhir positif, termasuk LQ45 yang naik 1,62 persen dan IDX30 yang melonjak 2,12 persen.

Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menjadi salah satu motor penguatan pasar bersama saham-saham bank jumbo seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Investor kembali memburu saham berkapitalisasi besar setelah tekanan pasar mulai mereda dalam beberapa pekan terakhir.

Di sektor perbankan, saham BBCA dan BBRI mencatat transaksi jumbo sepanjang perdagangan. Berdasarkan data RTI Business, saham BBCA menjadi salah satu emiten dengan nilai transaksi terbesar di pasar reguler, disusul BBRI dan sejumlah saham grup Prajogo Pangestu seperti BRPT.

Penguatan IHSG juga didorong sentimen positif dari pasar Asia yang mayoritas menghijau. Bursa regional bergerak naik setelah pelaku pasar merespons stabilisasi geopolitik global dan mulai meredanya tekanan terhadap aset berisiko di emerging market.

Dari sisi sektoral, saham keuangan, infrastruktur, teknologi, industri, dan konsumer menjadi penopang utama indeks. Sementara sektor energi dan bahan baku cenderung tertahan akibat koreksi harga komoditas dan rencana pengetatan produksi batu bara nasional.

Analis pasar menilai rebound IHSG menunjukkan mulai pulihnya kepercayaan investor domestik setelah tekanan besar pada kuartal pertama 2026. Meski demikian, volatilitas pasar dinilai masih tinggi seiring ketidakpastian global dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Hingga awal Mei 2026, IHSG masih tercatat terkoreksi secara year to date, namun mulai menunjukkan tren pemulihan setelah kembali menembus level psikologis 7.100. Saham-saham big caps perbankan dan konglomerasi diperkirakan tetap menjadi penopang utama pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos