728 x 90

Prabowo Bahas Kerja Sama Nuklir dengan Bos Rosatom Rusia

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan petinggi perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom, di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai antara Indonesia dan Rusia. Direktur Jenderal Rosatom Alexey Likhachev hadir langsung dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (12/5). Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari pembangunan proyek tenaga

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan petinggi perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom, di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai antara Indonesia dan Rusia.

Direktur Jenderal Rosatom Alexey Likhachev hadir langsung dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (12/5). Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari pembangunan proyek tenaga nuklir, pengembangan infrastruktur pendukung, pelatihan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi nuklir di luar sektor energi.

Dalam keterangannya, Likhachev menyebut Rusia melihat Indonesia sebagai mitra penting dalam pengembangan energi nuklir jangka panjang. Menurut dia, Rosatom tidak hanya menawarkan teknologi, tetapi juga kemitraan industri yang mencakup transfer pengetahuan, pengembangan kompetensi nasional, dan penguatan kedaulatan teknologi Indonesia.

Rosatom juga menawarkan sejumlah skema kerja sama pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), termasuk proyek reaktor modular kecil atau small modular reactor (SMR) dan pembangkit listrik terapung. Teknologi tersebut dinilai lebih fleksibel untuk diterapkan di Indonesia yang memiliki kondisi geografis kepulauan.

Selain sektor energi, kedua pihak membahas aplikasi teknologi nuklir untuk bidang kesehatan, riset, industri, dan pengembangan teknologi nasional. Pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya pengembangan SDM lokal agar Indonesia memiliki kapasitas mandiri dalam pengelolaan teknologi nuklir di masa depan.

Kerja sama Indonesia dan Rusia di bidang nuklir sebenarnya telah berlangsung sejak lama. Tahun 2026 menjadi momentum 20 tahun perjanjian bilateral pemanfaatan energi atom untuk tujuan damai yang diteken kedua negara pada 2006. Perjanjian tersebut menjadi dasar pengembangan kolaborasi teknologi nuklir antara Jakarta dan Moskow.

Sebelum bertemu Prabowo, delegasi Rosatom juga melakukan pembicaraan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas percepatan pengembangan ekosistem PLTN dan peluang transfer teknologi untuk mendukung transisi energi nasional.

Pemerintah Indonesia saat ini terus membuka opsi energi baru rendah emisi untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional jangka panjang. Energi nuklir menjadi salah satu alternatif yang mulai masuk dalam pembahasan strategis pemerintah di tengah dorongan transisi menuju energi bersih.

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos