JAKARTA — Pemerintah Kota Pekanbaru mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setelah dinilai berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Capaian tersebut bahkan berbuah penghargaan berupa dukungan dana insentif dari pemerintah pusat. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pemerintah daerah dalam menangani persoalan gizi kronis pada anak. Penurunan stunting di Pekanbaru dinilai sejalan

JAKARTA — Pemerintah Kota Pekanbaru mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setelah dinilai berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Capaian tersebut bahkan berbuah penghargaan berupa dukungan dana insentif dari pemerintah pusat.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pemerintah daerah dalam menangani persoalan gizi kronis pada anak. Penurunan stunting di Pekanbaru dinilai sejalan dengan target nasional yang mendorong percepatan penanganan masalah kesehatan anak di berbagai wilayah.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho disebut berhasil mengoordinasikan berbagai program lintas sektor, mulai dari layanan kesehatan, intervensi gizi, hingga edukasi masyarakat. Pendekatan ini dianggap efektif karena melibatkan berbagai elemen, termasuk tenaga kesehatan, kader posyandu, dan perangkat daerah.
Kemendagri menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pemantauan dan pelaporan data stunting. Pemanfaatan data yang lebih akurat memungkinkan intervensi dilakukan secara tepat sasaran, khususnya pada kelompok rentan.
Selain itu, Pemkot Pekanbaru juga mendorong peningkatan akses layanan kesehatan ibu dan anak. Upaya ini mencakup pemberian makanan tambahan, pemeriksaan rutin, serta peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan.
Keberhasilan Pekanbaru menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat penurunan stunting. Pemerintah pusat berharap praktik baik ini dapat direplikasi di wilayah lain guna mempercepat pencapaian target nasional.
Dalam konteks yang lebih luas, penanganan stunting menjadi prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, yang dapat berdampak pada produktivitas jangka panjang.
Kemendagri menegaskan bahwa pemberian insentif kepada daerah berprestasi merupakan bagian dari strategi mendorong kompetisi positif antar daerah. Dengan demikian, pemerintah daerah diharapkan semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
Ke depan, pemerintah pusat akan terus memantau capaian daerah serta memberikan dukungan bagi wilayah yang masih menghadapi tantangan tinggi dalam penanganan stunting.






