Iran Ajukan Proposal Buka Selat Hormuz ke AS Melalui Mediator Pakistan, Trump Mulai Bahas dengan Tim Keamanan

Sinyal paling positif sejak perang AS-Iran dimulai pada 28 Februari 2026 akhirnya muncul pada Selasa, 28 April 2026. Iran secara resmi mengajukan proposal kepada Amerika Serikat yang berisi rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, tanpa menyertakan pembahasan program nuklir dalam tahap awal. Proposal ini disampaikan melalui mediator Pakistan.

Presiden Donald Trump dan tim keamanan nasionalnya mulai membahas proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz jika AS mencabut blokade dan perang berakhir. Laporan ini dikonfirmasi sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt sebagaimana dimuat Axios dan Associated Press. Namun, proposal tersebut akan menunda negosiasi tentang nuklir Iran. Hingga saat ini masih belum jelas apakah Trump akan mempertimbangkan tawaran tersebut. 

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam wawancara Fox News mengungkap proposal Iran namun menegaskan sikapnya. “Yang mereka maksud dengan membuka selat adalah, ‘Ya, selat terbuka, selama Anda berkoordinasi dengan Iran, mendapatkan izin kami, atau kami akan meledakkan Anda.’ Itu bukan membuka selat. 

Itu adalah jalur perairan internasional. Mereka tidak dapat menormalisasi, dan kita juga tidak dapat mentolerir upaya mereka untuk menormalisasi, sistem di mana Iran memutuskan siapa yang berhak menggunakan jalur perairan internasional,” tegas Rubio.

Iran menyatakan bahwa pembukaan Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan di tengah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata yang ada. Parlemen Iran menegaskan, “Gencatan senjata hanya bermakna jika tidak dilanggar melalui blokade laut.” 

Bagi Indonesia, perkembangan ini memberi harapan baru bagi pembebasan dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di kawasan tersebut. Namun jalan menuju normalisasi masih panjang dan berliku.

+ posts

More From Author

Skandal Kuota Haji, KPK Dalami Dugaan Suap ke DPR

Investor Pasar Modal Tembus 26,1 Juta, Mayoritas Usia Muda

Berita Terpopuler