728 x 90

JP Morgan Tempatkan Indonesia Peringkat 2 Dunia dalam Ketahanan Energi, Kalahkan Jepang dan Korea Selatan

Pengakuan internasional bergengsi datang untuk Indonesia. Lembaga keuangan global JP Morgan menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia dalam ketahanan menghadapi guncangan energi global, berdasarkan laporan bertajuk Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026 yang dipresentasikan Chairman of Market and Investment Strategy JP Morgan Asset and Wealth Management, Michael Cembalest. Laporan ini menganalisis 52 negara

Pengakuan internasional bergengsi datang untuk Indonesia. Lembaga keuangan global JP Morgan menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia dalam ketahanan menghadapi guncangan energi global, berdasarkan laporan bertajuk Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026 yang dipresentasikan Chairman of Market and Investment Strategy JP Morgan Asset and Wealth Management, Michael Cembalest.

Laporan ini menganalisis 52 negara yang mewakili sekitar 82 persen konsumsi energi dunia. Pada indikator Total Protection Factor, yang mengukur seberapa besar energi suatu negara terlindungi dari fluktuasi harga minyak dan gas internasional, Indonesia berada di posisi kedua dunia.

“Ketika faktor ketergantungan impor energi yang rendah dikombinasikan dengan tingkat ketahanan energi yang tinggi, posisi Indonesia tetap impresif di peringkat ketiga global,” tulis Cembalest dalam laporannya, dikutip Kamis, 23 April 2026.

Ketahanan energi Indonesia didukung oleh produksi batu bara dalam negeri yang menyumbang sekitar 48 persen konsumsi energi nasional, gas bumi domestik 22 persen, dan energi terbarukan 7 persen. Selain itu, Indonesia hanya mengimpor minyak dan gas melalui Selat Hormuz sekitar 1 persen dari total konsumsi energi primer nasional, jauh lebih rendah dibanding Korea Selatan yang mencapai 33 persen.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut capaian ini sebagai validasi kebijakan jangka panjang. “Hasil ini bukan sekadar apresiasi atas kondisi saat ini, melainkan validasi atas pilihan kebijakan jangka panjang pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber energi domestik dan akselerasi transisi energi. Di tengah volatilitas harga energi global, posisi ini memberikan ruang fiskal yang lebih terkendali bagi APBN 2026,” ujar Airlangga, Kamis, 23 April 2026. 

Sebaliknya, JP Morgan mencatat negara-negara seperti Italia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Belanda sebagai yang paling rentan terhadap guncangan energi global karena ketergantungan tinggi pada impor. Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus mendorong diversifikasi bauran energi dan transisi ke energi terbarukan.

Efelem E
AUTHOR
PROFILE

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos