Presiden Prabowo Subianto memperluas program hilirisasi yang selama ini berfokus pada sektor mineral dan energi ke sektor pertanian serta perikanan. Instruksi ini dikeluarkan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong nilai tambah ekonomi dari sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani membenarkan bahwa Presiden telah memerintahkan pengembangan program hilirisasi

Presiden Prabowo Subianto memperluas program hilirisasi yang selama ini berfokus pada sektor mineral dan energi ke sektor pertanian serta perikanan. Instruksi ini dikeluarkan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong nilai tambah ekonomi dari sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani membenarkan bahwa Presiden telah memerintahkan pengembangan program hilirisasi di 13 lokasi baru yang tersebar di wilayah pertanian dan perikanan strategis di seluruh Indonesia.
Langkah ini dinilai penting karena sektor pertanian dan perikanan merupakan dua sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Dengan hilirisasi, produk mentah yang selama ini diekspor dalam bentuk bahan baku akan diolah lebih lanjut di dalam negeri sebelum masuk ke pasar global.
Pemerintah menargetkan bahwa perluasan hilirisasi ini dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan nilai ekspor nasional. Program serupa di sektor mineral, terutama nikel, sebelumnya terbukti berhasil meningkatkan penerimaan devisa negara secara signifikan.
Kebijakan ini sejalan dengan target realisasi investasi periode 2025–2029 sebesar Rp 13.000 triliun yang diamanatkan Bappenas. Pemerintah akan menyiapkan insentif fiskal dan kemudahan perizinan bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam program hilirisasi di sektor pertanian dan perikanan.
Perkembangan program hilirisasi ini akan terus dipantau secara berkala dan dilaporkan kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari evaluasi kinerja investasi nasional secara keseluruhan.







