728 x 90

Investasi Nasional Kuartal I 2026 Capai Rp498,8 Triliun, Lampaui Target dan Serap 706.569 Tenaga Kerja

Indonesia mencatat hasil investasi yang membanggakan di awal 2026. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengumumkan realisasi investasi nasional Triwulan I 2026 sebesar Rp498,8 triliun dalam konferensi pers di Kantor BKPM, Jakarta, pada Kamis, 23 April 2026. Rosan menyampaikan bahwa capaian ini melampaui target. “Target investasi pada triwulan pertama 2026 alhamdulillah

Indonesia mencatat hasil investasi yang membanggakan di awal 2026. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengumumkan realisasi investasi nasional Triwulan I 2026 sebesar Rp498,8 triliun dalam konferensi pers di Kantor BKPM, Jakarta, pada Kamis, 23 April 2026.

Rosan menyampaikan bahwa capaian ini melampaui target. “Target investasi pada triwulan pertama 2026 alhamdulillah tercapai,” kata Rosan Roeslani. Hasil ini sudah memenuhi sekitar 24,4 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun yang ditetapkan Bappenas. Investasi nasional juga membantu menciptakan 706.569 lapangan kerja.

Pertumbuhan investasi mencapai 7,22 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Penyerapan tenaga kerja juga naik signifikan, yaitu 18,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa investasi benar-benar membantu menciptakan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi.

Investor asing menjadi penyumbang terbesar, dengan nilai Rp250 triliun atau 50,1 persen dari total investasi. Penanaman modal asing tumbuh 8,5 persen dibanding tahun lalu. Lima wilayah dengan realisasi investasi tertinggi adalah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat. “Di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga solid.

Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026 didukung oleh konsumsi rumah tangga, penyaluran THR, dan percepatan belanja negara lewat stimulus yang mencapai Rp809 triliun.

Pemerintah menargetkan tren positif ini berlanjut pada Triwulan II 2026, dengan fokus pada sektor hilirisasi, digitalisasi, dan penguatan rantai pasok global untuk mengejar sisa 75,6 persen dari target investasi nasional tahun ini.

Efelem E
AUTHOR
PROFILE

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos