Hilman Latief Tolak Tuduhan Terima Dana Korupsi Haji, KPK Sebut Ada Temuan Lain

Polemik kasus dugaan korupsi kuota haji kembali memanas setelah mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, membantah menerima aliran dana terkait perkara yang tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, lembaga antirasuah menyatakan memiliki fakta yang berbeda dari klaim tersebut.

Hilman sebelumnya menegaskan dirinya tidak pernah menerima uang sebagaimana yang disebut dalam konstruksi perkara yang sedang ditangani KPK. Ia juga menyatakan siap mengikuti seluruh proses hukum untuk membuktikan bantahannya. 

Menanggapi pernyataan itu, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Sururi menegaskan penyidik menemukan sejumlah fakta yang tidak sejalan dengan keterangan Hilman. Menurut KPK, seluruh temuan tersebut diperoleh melalui proses penyidikan dan pengumpulan alat bukti yang sedang berjalan. 

Kasus ini berawal dari penyidikan dugaan korupsi dalam pengelolaan kuota haji tahun 2024. Dalam perkara tersebut, KPK menelusuri dugaan aliran dana yang melibatkan sejumlah pihak di lingkungan Kementerian Agama. Penyidik menduga terdapat pemberian uang kepada beberapa pejabat melalui perantara tertentu. 

KPK menegaskan bahwa setiap pihak yang merasa tidak terlibat memiliki kesempatan membuktikan keterangannya dalam proses hukum. Lembaga antirasuah juga memastikan seluruh temuan akan diuji melalui mekanisme persidangan apabila perkara telah dilimpahkan ke pengadilan. 

Perkembangan kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang menyangkut jutaan calon jemaah Indonesia. KPK memastikan penyidikan terus berjalan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat. 

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Related Posts

KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Lombok Barat, Sita Catatan Keuangan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati…

Read more

KPK Panggil 5 ASN BPK Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Muara Enim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Badan…

Read more

Anda Mungkin Tertarik

Waarom kiezen voor Casino zonder idin 2026? Een eerlijke review van VIP-beloningen en meer

  • July 29, 2026
  • 2 views

Pinco Türkiye’deki en iyi online casino seçenekleri

  • July 29, 2026
  • 7 views

OTT Bupati Pemalang: Kasus Jual Beli Jabatan dan Suap Proyek

  • July 29, 2026
  • 4 views
OTT Bupati Pemalang: Kasus Jual Beli Jabatan dan Suap Proyek

Fresh Graduate di Singapura Semakin Sulit Mendapat Pekerjaan, Apa Alasannya?

  • July 28, 2026
  • 6 views
Fresh Graduate di Singapura Semakin Sulit Mendapat Pekerjaan, Apa Alasannya?

Perry Warjiyo Mundur, Investor Asing Ramai Lepas Saham 

  • July 28, 2026
  • 7 views
Perry Warjiyo Mundur, Investor Asing Ramai Lepas Saham 

Pergantian Pimpinan BI, Destry Minta Pasar Tidak Panik

  • July 27, 2026
  • 9 views
Pergantian Pimpinan BI, Destry Minta Pasar Tidak Panik