728 x 90

Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Mendekati Level Rp18.000

Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Mendekati Level Rp18.000

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mendekati level psikologis Rp18.000. Pelemahan mata uang Garuda memicu perhatian pasar karena terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik internasional. Berdasarkan data perdagangan terbaru, dolar AS bergerak di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.717 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi penguatan

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mendekati level psikologis Rp18.000. Pelemahan mata uang Garuda memicu perhatian pasar karena terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik internasional.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, dolar AS bergerak di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.717 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi penguatan dolar global, arus modal keluar dari pasar negara berkembang, serta sentimen suku bunga tinggi Amerika Serikat.

Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah saat ini masih berada dalam batas terkendali dan berbeda dengan kondisi krisis moneter 1998. Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menyebut depresiasi rupiah sejak awal tahun berada di kisaran 5,5 persen, jauh lebih rendah dibanding tekanan saat krisis Asia dua dekade lalu.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun juga menepis anggapan bahwa pelemahan rupiah saat ini identik dengan situasi 1998. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif stabil, termasuk cadangan devisa dan inflasi nasional.

Meski demikian, pelemahan rupiah mulai memberikan tekanan terhadap sejumlah sektor industri yang bergantung pada impor bahan baku dan transaksi dolar AS. Industri otomotif, telekomunikasi, hingga pangan disebut mulai melakukan penyesuaian strategi menghadapi volatilitas nilai tukar.

Pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar, penguatan devisa hasil ekspor, dan pengendalian inflasi. Menteri Keuangan juga mendorong eksportir menyimpan devisa di dalam negeri untuk memperkuat ketahanan rupiah.

Pengamat ekonomi menilai tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut selama ketidakpastian global belum mereda. Faktor geopolitik Timur Tengah, arah kebijakan The Federal Reserve, dan pergerakan harga komoditas dunia disebut menjadi penentu utama arah rupiah dalam beberapa bulan ke depan.

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos