Tol Serpong-Bogor via Parung Rp12,35 Triliun Dibangun Tanpa APBN

Tol Serpong-Bogor via Parung Rp12,35 Triliun Dibangun Tanpa APBN

Pemerintah mempercepat proyek pembangunan Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung senilai Rp12,35 triliun yang akan dibangun tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek sepanjang sekitar 32 kilometer tersebut diproyeksikan menjadi jalur strategis baru penghubung kawasan Bogor dan Tangerang di wilayah Jabodetabek.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut proyek masih berada pada tahap penyusunan perencanaan teknis sebelum memasuki proses konstruksi. Jalan tol ini akan dikerjakan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), sehingga seluruh pembiayaan berasal dari investasi swasta tanpa dukungan dana negara.

Menteri PU Dody Hanggodo menilai ruas Serpong-Bogor via Parung menjadi salah satu simpul penting untuk memperkuat konektivitas dan distribusi logistik di kawasan penyangga ibu kota. Kehadiran jalan tol tersebut diperkirakan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Bogor menuju Tangerang menjadi sekitar 45 menit.

Proyek ini nantinya akan menjadi bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 3 dan terhubung dengan sejumlah ruas tol besar lainnya seperti Bogor Outer Ring Road (BORR) dan Tol Serpong-Balaraja. Pemerintah berharap integrasi jaringan tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan arus barang di Jabodetabek.

Berdasarkan rencana teknis, ruas tol akan dibagi menjadi empat seksi mulai dari Junction Salabenda hingga Junction Serpong. Pembangunan juga mencakup beberapa simpang susun dan junction baru yang melintasi wilayah Bogor dan Tangerang.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menyebut pengadaan lahan ditargetkan dimulai pada awal 2026, sedangkan konstruksi diproyeksikan berjalan pada akhir tahun yang sama. Pemerintah menargetkan proyek dapat selesai dan beroperasi pada Agustus 2028.

Pengamat infrastruktur menilai pembangunan jalan tol berbasis investasi swasta menjadi alternatif penting untuk mempercepat pembangunan tanpa membebani APBN. Namun, keberhasilan proyek tetap dinilai bergantung pada kelancaran pembebasan lahan dan kepastian investasi jangka panjang.

Selain meningkatkan konektivitas, proyek Tol Serpong-Bogor via Parung juga diperkirakan mendorong pertumbuhan kawasan permukiman, pusat logistik, dan aktivitas ekonomi baru di wilayah selatan Jabodetabek.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Mendekati Level Rp18.000

Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Mendekati Level Rp18.000

Mantan Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo Jadi Presdir Gajah Tunggal

Mantan Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo Jadi Presdir Gajah Tunggal

Berita Terpopuler