Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat malam. Aktivitas vulkanik tersebut disertai awan panas guguran yang meluncur hingga sekitar dua kilometer ke arah tenggara atau kawasan Besuk Kobokan. Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi terekam melalui aktivitas seismik dengan kolom abu yang membumbung di atas

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat malam. Aktivitas vulkanik tersebut disertai awan panas guguran yang meluncur hingga sekitar dua kilometer ke arah tenggara atau kawasan Besuk Kobokan.
Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi terekam melalui aktivitas seismik dengan kolom abu yang membumbung di atas puncak gunung. Awan panas guguran menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas vulkanik yang masih terus berlangsung di gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Semeru diketahui masih berada pada Status Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius yang telah ditetapkan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar.
Selain ancaman awan panas, warga juga diminta mewaspadai guguran lava dan material vulkanik yang dapat terbawa aliran sungai saat terjadi hujan. Kawasan di sekitar aliran Besuk Kobokan menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus dalam pemantauan aktivitas gunung api tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, Gunung Semeru tercatat beberapa kali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu yang bervariasi. Aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif membuat pemantauan dilakukan secara intensif oleh petugas pengamatan gunung api.
Hingga malam hari, belum terdapat laporan mengenai korban maupun kerusakan akibat erupsi terbaru. Meski demikian, masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana diminta tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat.
Pemerintah daerah bersama tim kebencanaan terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas Gunung Semeru dalam waktu dekat. Warga di sekitar lereng gunung diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi.















