

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkapkan generasi muda, khususnya Gen Z, semakin memilih transportasi kereta api untuk mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh. Perusahaan menilai tren tersebut dipengaruhi meningkatnya kesadaran anak muda terhadap isu lingkungan dan transportasi berkelanjutan.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan kereta api kini menjadi moda transportasi yang dianggap lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan pribadi. Selain faktor emisi yang lebih rendah, generasi muda juga dinilai mulai mempertimbangkan efisiensi perjalanan dan kenyamanan transportasi publik.
Menurut Anne, perubahan pola pikir masyarakat, terutama Gen Z, menjadi peluang penting bagi pengembangan transportasi massal nasional. KAI mencatat pengguna dari kelompok usia muda terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada layanan antarkota dan commuter line di wilayah perkotaan.
“Gen Z mulai melihat transportasi bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga bagian dari gaya hidup yang lebih peduli lingkungan,” ujar Anne dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
KAI menyebut tren tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian global terhadap isu perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon. Di berbagai negara, penggunaan transportasi publik berbasis rel memang mulai menjadi pilihan utama generasi muda karena dianggap lebih efisien dan berkelanjutan.
Selain faktor lingkungan, KAI menilai kemudahan akses digital juga menjadi alasan meningkatnya minat Gen Z menggunakan kereta api. Pemesanan tiket secara daring, integrasi aplikasi digital, hingga kemudahan pembayaran dinilai cocok dengan karakter generasi muda yang akrab dengan teknologi.
Perusahaan juga terus memperkuat layanan digital dan meningkatkan kualitas perjalanan untuk menarik lebih banyak pengguna muda. Modernisasi stasiun, pengembangan fasilitas ramah penumpang, serta peningkatan ketepatan waktu menjadi bagian dari strategi KAI mempertahankan tren pertumbuhan penumpang.
KAI berharap meningkatnya minat generasi muda terhadap transportasi publik dapat membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara di kota-kota besar. Pemerintah sebelumnya juga mendorong penguatan transportasi massal sebagai bagian dari target pembangunan rendah emisi dan transisi menuju ekonomi hijau.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.








