Kapal Dilarang Dekati Gunung Anak Krakatau, KSOP Berlakukan Radius Aman 5 Kilometer

Kapal Dilarang Dekati Gunung Anak Krakatau, KSOP Berlakukan Radius Aman 5 Kilometer

Ilustrasi. Foto: Kapal Dilarang Dekati Gunung Anak Krakatau, KSOP Berlakukan Radius Aman 5 Kilometer

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni mengeluarkan larangan bagi seluruh kapal untuk mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tersebut. Pembatasan diberlakukan setelah status Gunung Anak Krakatau dinaikkan menjadi Level III (Siaga), dengan radius aman sejauh 5 kilometer dari kawah aktif.

Larangan tersebut ditujukan kepada seluruh pengguna jasa pelayaran, mulai dari kapal penyeberangan, kapal nelayan, kapal wisata, hingga kapal niaga yang melintasi perairan Selat Sunda. KSOP meminta setiap nakhoda menghindari area berbahaya untuk mengantisipasi risiko lontaran material vulkanik, hujan abu, maupun gangguan lain yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah mitigasi berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Meski aktivitas vulkanik meningkat, operasional penyeberangan lintas Bakauheniโ€“Merak hingga kini masih berlangsung normal dan belum mengalami gangguan. Seluruh armada tetap beroperasi sesuai jadwal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Selain menjaga jarak aman dari Gunung Anak Krakatau, para nakhoda diminta terus memantau informasi resmi yang diterbitkan PVMBG, BMKG, serta otoritas pelabuhan. Apabila menemukan potensi bahaya selama pelayaran, kapal diimbau segera menjauhi lokasi dan melaporkannya kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, atau syahbandar terdekat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Peringatan juga berlaku bagi kapal wisata dan nelayan yang biasa beroperasi di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, maupun kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau. Pemerintah meminta seluruh operator mematuhi batas aman selama status Siaga masih berlaku demi menghindari potensi dampak aktivitas vulkanik yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Sejumlah nelayan di Selat Sunda telah menyesuaikan lokasi penangkapan ikan dengan berpindah ke perairan yang lebih jauh dari kawasan Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap imbauan pemerintah sekaligus menjaga keselamatan selama aktivitas vulkanik masih tinggi. Pemerintah menegaskan seluruh perkembangan akan terus dipantau dan masyarakat diminta hanya mengacu pada informasi resmi dari instansi berwenang.

Website |  + posts

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.

Shama Mangla

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.

More From Author

Ustaz Abdul Somad Dicegat Massa di Kutai Barat, Ceramah Tetap Berlangsung dengan Pengawalan Polisi

Ustaz Abdul Somad Dicegat Massa di Kutai Barat, Ceramah Tetap Berlangsung dengan Pengawalan Polisi

KEK Singhasari Gandeng Sekolah Bisnis Ternama India, Perkuat Pendidikan dan Talenta Digital

KEK Singhasari Gandeng Sekolah Bisnis Ternama India, Perkuat Pendidikan dan Talenta Digital

Berita Terpopuler