Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Selasa (19/5) setelah sempat melemah dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan kali ini mencapai Rp25 ribu per gram sehingga harga emas Antam berada di level Rp2,789 juta per gram. Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam, kenaikan harga juga terjadi pada nilai buyback atau harga

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Selasa (19/5) setelah sempat melemah dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan kali ini mencapai Rp25 ribu per gram sehingga harga emas Antam berada di level Rp2,789 juta per gram.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam, kenaikan harga juga terjadi pada nilai buyback atau harga jual kembali emas yang naik Rp25 ribu menjadi Rp2,594 juta per gram. Buyback merupakan harga yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali logam mulia ke Antam.
Kenaikan harga hari ini terjadi setelah emas Antam sebelumnya mengalami tren penurunan dalam sepekan terakhir. Dalam rentang tujuh hari perdagangan, harga emas tercatat bergerak di kisaran Rp2,859 juta hingga Rp2,789 juta per gram.
Satuan terkecil emas Antam ukuran 0,5 gram kini dijual Rp1.444.500. Sementara pecahan 10 gram dibanderol Rp27.385.000 dan ukuran terbesar 1 kilogram mencapai Rp2.729.600.000.
Pergerakan harga emas domestik masih dipengaruhi dinamika pasar global, termasuk arah suku bunga Amerika Serikat, nilai tukar dolar AS, dan ketidakpastian ekonomi internasional. Di tengah volatilitas pasar keuangan, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi safe haven yang banyak diburu investor.
Selain Antam, harga emas di Pegadaian juga menunjukkan pergerakan bervariasi. Emas UBS dan Galeri24 tercatat mengalami penurunan harga pada perdagangan hari ini, berbeda dengan emas Antam yang justru menguat.
Kenaikan harga emas Antam tahun ini tergolong signifikan. Sepanjang 2026, logam mulia produksi Antam sempat mencetak rekor tertinggi di atas Rp3 juta per gram sebelum kembali bergerak fluktuatif mengikuti kondisi pasar global.
Investor dan pelaku pasar kini mencermati arah harga emas selanjutnya, terutama menjelang keputusan kebijakan moneter global yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga logam mulia dalam jangka pendek.















