Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Direktur Indonesia Investment Authority (INA). Penunjukan tersebut dilakukan Dewan Pengawas INA di tengah upaya pemerintah memperkuat sovereign wealth fund Indonesia untuk menarik investasi strategis ke berbagai sektor prioritas nasional. Seiring penunjukan tersebut, Mandiri Sekuritas langsung menunjuk Alex Widi Kristiono sebagai Pelaksana Tugas (Plt)

Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Direktur Indonesia Investment Authority (INA). Penunjukan tersebut dilakukan Dewan Pengawas INA di tengah upaya pemerintah memperkuat sovereign wealth fund Indonesia untuk menarik investasi strategis ke berbagai sektor prioritas nasional.
Seiring penunjukan tersebut, Mandiri Sekuritas langsung menunjuk Alex Widi Kristiono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama guna menjaga kesinambungan operasional dan bisnis perusahaan. Alex sebelumnya menjabat Direktur Risk Management and Operations di perusahaan sekuritas milik Bank Mandiri tersebut.
Mandiri Sekuritas menyatakan pergantian kepemimpinan dilakukan agar seluruh aktivitas perusahaan tetap berjalan normal, terutama pada lini bisnis retail, capital market, dan investment banking yang selama ini menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Sepanjang kepemimpinan Oki, jumlah nasabah retail Mandiri Sekuritas dilaporkan telah menembus lebih dari 1,3 juta investor melalui platform digital perusahaan.
Penunjukan Oki ke INA juga menjadi sorotan pelaku pasar karena sebelumnya ia sempat masuk dalam bursa calon Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan telah menerima paket pencalonan dirinya bersama sejumlah profesional pasar modal lainnya sebelum akhirnya kabar kepindahannya ke INA mencuat.
Oki dikenal sebagai bankir investasi senior dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri keuangan global dan domestik. Sebelum memimpin Mandiri Sekuritas pada 2021, ia pernah berkarier di Goldman Sachs, Morgan Stanley, hingga HSBC Sekuritas Indonesia.
Perubahan kepemimpinan di tubuh INA terjadi setelah masa jabatan CEO sebelumnya, Ridha Wirakusumah, berakhir pada Februari 2026. Pemerintah disebut tengah melakukan penyegaran manajemen untuk memperkuat kapasitas lembaga pengelola investasi negara tersebut dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan arus investasi asing.
INA selama beberapa tahun terakhir aktif memperluas investasi di sektor infrastruktur, energi hijau, digital, kesehatan, hingga logistik. Kehadiran Oki dinilai dapat memperkuat jaringan investasi global INA mengingat latar belakangnya yang kuat di pasar modal internasional.















