

Polda Riau mengungkap dugaan kerusakan lingkungan berskala besar di kawasan sempadan Sungai Air Hitam, anak Sungai Nilo, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kerusakan itu diduga dipicu aktivitas perkebunan kelapa sawit milik korporasi PT MM yang menanam sawit hingga mendekati bibir sungai.
Dari dokumentasi udara yang diperoleh penyidik, area sempadan sungai terlihat dipenuhi tanaman sawit yang membentang sepanjang aliran sungai. Sebagian pohon bahkan tampak mengering setelah diduga sengaja dimatikan pihak perusahaan. Polisi menyebut kawasan yang terdampak mencapai sekitar 29 ribu hektare.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Wahyu mengatakan hasil penyidikan menemukan lokasi perkebunan berada di kawasan hutan yang tumpang tindih dengan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan. Aktivitas budidaya sawit tersebut berlangsung di Estate IV Divisi F, Desa Air Hitam, dan disebut telah berjalan sejak akhir 1990-an.
Menurut hasil pemeriksaan ahli lingkungan dan planologi, tanaman sawit ditemukan hanya berjarak dua hingga lima meter dari bibir sungai. Padahal, aturan sempadan sungai dalam Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2015 mengatur jarak minimal 50 meter untuk sungai kecil dan 100 meter untuk sungai besar.
Polda Riau menyebut aktivitas tersebut memicu abrasi, erosi, longsor, hingga hilangnya vegetasi alami di sepanjang daerah aliran sungai. Hasil uji laboratorium terhadap sampel tanah juga menunjukkan tingkat kerusakan lingkungan telah melampaui ambang baku mutu.
Atas temuan tersebut, PT MM kini telah ditetapkan sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan tindak pidana lingkungan hidup. Polisi memperkirakan potensi kerugian ekologis akibat kerusakan kawasan sempadan Sungai Air Hitam mencapai Rp187,8 miliar.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan penegakan hukum tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi juga korporasi yang memperoleh keuntungan dari aktivitas yang merusak ekosistem sungai dan kawasan hutan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.







