Harga emas global kembali mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan bank sentral AS. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar mengenai potensi perubahan tren kenaikan emas yang sebelumnya sempat mencetak rekor tinggi. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas spot turun hingga 2,38% dalam 24

Harga emas global kembali mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan bank sentral AS. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar mengenai potensi perubahan tren kenaikan emas yang sebelumnya sempat mencetak rekor tinggi.
Berdasarkan data Trading Economics, harga emas spot turun hingga 2,38% dalam 24 jam terakhir dan berada di kisaran US$ 4.540 per ons troi pada Sabtu (16/5). Pelemahan itu memperpanjang koreksi mingguan emas menjadi lebih dari 3%, sementara dalam sebulan terakhir penurunannya mencapai hampir 5%.
Tekanan terhadap logam mulia terjadi di tengah menguatnya dolar AS dan naiknya ekspektasi pasar terhadap suku bunga tinggi yang lebih lama di Amerika Serikat. Situasi tersebut membuat investor mulai mengalihkan dana ke instrumen lain yang dinilai lebih menarik dalam jangka pendek.
Di pasar domestik, harga emas Antam juga mengalami penurunan. Pada perdagangan Jumat (15/5), harga emas batangan tercatat turun Rp 20.000 menjadi Rp 2.819.000 per gram. Harga buyback ikut terkoreksi ke level Rp 2.636.000 per gram.
Meski demikian, sejumlah analis menilai pelemahan emas belum sepenuhnya mengakhiri prospek bullish logam mulia. Faktor geopolitik global, ketidakpastian ekonomi, hingga potensi perlambatan ekonomi dunia masih menjadi penopang permintaan aset safe haven.
Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo sebelumnya menyebut arah kebijakan Federal Reserve dan dinamika konflik global akan menjadi penentu utama harga emas dalam jangka pendek. Menurutnya, emas masih berpeluang bergerak konsolidatif di kisaran US$ 4.500 hingga US$ 4.750 per ons troi sepanjang Mei 2026.
Di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor yang tetap menopang harga emas di pasar domestik. Nilai tukar rupiah bahkan sempat menyentuh rekor terendah terhadap dolar AS pada pekan ini.















