728 x 90

Ekonom Nilai Investor Soroti Kerentanan Ekonomi RI akibat Defisit APBN

Ekonom Nilai Investor Soroti Kerentanan Ekonomi RI akibat Defisit APBN

Sejumlah ekonom menilai investor global mulai mencermati ketahanan fiskal Indonesia di tengah meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kekhawatiran tersebut muncul setelah pelemahan rupiah, kenaikan biaya utang, dan melambatnya penerimaan negara dinilai dapat memperbesar risiko defisit anggaran tahun 2026. Ekonom dan pengamat pasar melihat persepsi investor terhadap ekonomi Indonesia saat ini sangat

Sejumlah ekonom menilai investor global mulai mencermati ketahanan fiskal Indonesia di tengah meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kekhawatiran tersebut muncul setelah pelemahan rupiah, kenaikan biaya utang, dan melambatnya penerimaan negara dinilai dapat memperbesar risiko defisit anggaran tahun 2026.

Ekonom dan pengamat pasar melihat persepsi investor terhadap ekonomi Indonesia saat ini sangat dipengaruhi kemampuan pemerintah menjaga disiplin fiskal di tengah ketidakpastian global. Tekanan eksternal seperti tingginya suku bunga Amerika Serikat, penguatan dolar AS, serta perlambatan ekonomi dunia membuat investor semakin sensitif terhadap kondisi APBN negara berkembang.

Menurut analis pasar, pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus kisaran Rp 17.000 per dolar AS ikut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap beban fiskal pemerintah. Sebab, depresiasi rupiah dapat memperbesar biaya pembayaran utang luar negeri dan subsidi energi yang masih bergantung pada harga komoditas global.

Selain itu, kenaikan imbal hasil surat utang negara juga dinilai menjadi indikator meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek fiskal Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi membuat biaya pembiayaan APBN menjadi lebih mahal apabila tekanan pasar terus berlangsung dalam jangka panjang.

Ekonom menilai pemerintah perlu menjaga kredibilitas fiskal melalui pengelolaan belanja negara yang lebih efisien serta optimalisasi penerimaan pajak. Langkah itu dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan investor dan menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat ditopang konsumsi domestik, investasi, dan kinerja ekspor komoditas. Pemerintah juga menyatakan defisit APBN masih berada dalam batas aman sesuai ketentuan undang-undang keuangan negara.

Meski demikian, pelaku pasar diperkirakan tetap akan memantau arah kebijakan fiskal dan moneter Indonesia dalam beberapa bulan mendatang. Stabilitas APBN dianggap menjadi faktor penting dalam menjaga aliran modal asing dan mempertahankan daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang terus berkembang.

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos