Kecelakaan beruntun melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di kawasan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (10/5/2026). Insiden maut tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia dan sedikitnya 10 korban lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa terjadi di Jalan Raya Padang-Indarung saat sebuah truk diduga mengalami hilang kendali sebelum menghantam beberapa kendaraan di depannya. Berdasarkan data

Kecelakaan beruntun melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di kawasan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (10/5/2026). Insiden maut tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia dan sedikitnya 10 korban lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa terjadi di Jalan Raya Padang-Indarung saat sebuah truk diduga mengalami hilang kendali sebelum menghantam beberapa kendaraan di depannya. Berdasarkan data kepolisian, kecelakaan melibatkan enam kendaraan yang terdiri atas tiga truk, dua minibus, dan satu kendaraan jenis jeep Mitsubishi Pajero.
Kepala Seksi Humas Polresta Padang Ipda Wadhi mengatakan seluruh korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Selain korban jiwa, sejumlah penumpang dan pengendara lain mengalami luka dengan tingkat cedera berbeda dan saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit sekitar lokasi kejadian.
Polisi menduga kecelakaan dipicu truk Hino yang mengalami rem blong saat melintas di jalur menurun kawasan Padang Besi. Kendaraan berat tersebut kemudian menabrak lima kendaraan lain hingga menyebabkan kerusakan parah di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian bersama tim evakuasi langsung melakukan penanganan di tempat kejadian perkara setelah menerima laporan warga. Arus lalu lintas di jalur Padang-Indarung sempat mengalami kemacetan panjang akibat proses evakuasi kendaraan dan korban.
Polresta Padang kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi teknis kendaraan dan faktor kelalaian pengemudi. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan saksi di lokasi.
Kecelakaan tersebut kembali menyoroti persoalan keselamatan transportasi darat di Sumatera Barat, terutama kendaraan berat yang melintas di jalur berbukit dan turunan curam. Pengamat transportasi menilai pemeriksaan rutin sistem pengereman kendaraan angkutan menjadi faktor penting untuk mencegah kecelakaan fatal serupa.















