
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Kota Ternate, Maluku Utara, pada Minggu malam (10/5/2026). Hingga Senin dini hari, belum ada laporan terkait kerusakan bangunan maupun korban akibat guncangan tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 22.53 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 0,61 derajat Lintang Utara dan 126,17 derajat Bujur Timur atau sekitar 134 kilometer barat daya Ternate. Gempa berada pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Dalam informasi resminya, BMKG menyebut gempa tersebut termasuk gempa dangkal yang umumnya dipicu aktivitas tektonik di wilayah Laut Maluku. Hingga saat ini, belum terdapat informasi mengenai adanya gempa susulan maupun potensi tsunami akibat peristiwa tersebut.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Lembaga tersebut menegaskan data awal gempa masih dapat berubah seiring proses pemutakhiran hasil analisis seismik.
Wilayah Maluku Utara sendiri dalam beberapa bulan terakhir mengalami aktivitas seismik cukup tinggi setelah gempa besar magnitudo 7,3–7,4 yang mengguncang kawasan Laut Maluku pada awal April 2026. Gempa besar tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami dan diikuti ribuan gempa susulan di sekitar wilayah Ternate, Bitung, hingga Halmahera.
BMKG sebelumnya mencatat kawasan Laut Maluku merupakan salah satu zona tektonik aktif di Indonesia karena berada di area pertemuan lempeng dan jalur subduksi kompleks. Kondisi itu membuat wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara relatif sering mengalami gempa bumi dengan kekuatan bervariasi.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun pemerintah daerah setempat belum mengeluarkan laporan resmi terkait dampak lanjutan pascagempa di Ternate dan wilayah sekitarnya.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.








