Sebanyak delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo untuk sementara menghentikan operasionalnya. Keputusan tersebut diambil karena instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menjadi syarat operasional belum sepenuhnya tersedia dan memenuhi ketentuan lingkungan. Penghentian sementara dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap standar yang ditetapkan pemerintah dalam pengelolaan dapur

Sebanyak delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo untuk sementara menghentikan operasionalnya. Keputusan tersebut diambil karena instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menjadi syarat operasional belum sepenuhnya tersedia dan memenuhi ketentuan lingkungan.
Penghentian sementara dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap standar yang ditetapkan pemerintah dalam pengelolaan dapur MBG. Pemerintah daerah bersama pengelola program menegaskan bahwa aspek sanitasi dan pengelolaan limbah menjadi perhatian utama demi menjaga kualitas layanan dan kesehatan masyarakat.
Keberadaan IPAL dinilai penting karena dapur MBG memproduksi makanan dalam jumlah besar setiap hari. Tanpa sistem pengolahan limbah yang memadai, aktivitas operasional berpotensi menimbulkan dampak lingkungan bagi kawasan sekitar.
Pemerintah Kota Solo menyatakan penghentian hanya bersifat sementara hingga seluruh fasilitas pendukung selesai dibangun dan dinyatakan layak beroperasi. Selama masa penyesuaian tersebut, pengelola diminta mempercepat penyelesaian sarana yang masih kurang agar layanan dapat kembali berjalan normal.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan kelompok rentan. Karena itu, pemerintah menekankan bahwa seluruh pelaksana program wajib memenuhi standar operasional yang telah ditentukan.
Kasus di Solo menambah daftar daerah yang melakukan evaluasi terhadap kesiapan infrastruktur dapur MBG. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memastikan program berjalan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan lingkungan.















