

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, membantah keras tudingan yang mengaitkan dirinya dengan perkara dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). Politikus Partai Golkar itu menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam proses pengadaan maupun pengelolaan program yang kini tengah diselidiki aparat penegak hukum.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya daftar nama yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nama Yahya muncul dalam daftar yang beredar di media sosial sehingga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Yahya menegaskan tuduhan tersebut tidak benar. Ia menyatakan tidak memiliki peran dalam pengadaan barang maupun penentuan titik dapur program MBG yang belakangan menjadi sorotan penyidik. Menurutnya, Komisi IX DPR juga tidak pernah terlibat dalam proses teknis pengadaan yang dilakukan oleh BGN.
Kasus yang sedang ditangani Kejaksaan Agung berkaitan dengan dugaan korupsi tata kelola program MBG periode 2025-2026. Sejumlah pihak telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Perkembangan perkara ini terus menjadi perhatian karena menyangkut salah satu program prioritas pemerintah.
Yahya menilai penyidikan harus berjalan secara objektif dan berdasarkan alat bukti yang kuat. Ia juga meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar luas melalui media sosial.
Di sisi lain, aparat penegak hukum masih terus mendalami dugaan keterlibatan berbagai pihak dalam perkara tersebut. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari penyidik yang menyebut Yahya Zaini sebagai pihak yang terlibat dalam kasus korupsi BGN.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.






