Kasus Deepfake Vulgar Mahasiswi di Kalbar Diusut, Pelaku Diproses Kampus

Kasus dugaan pembuatan konten deepfake vulgar yang menyeret seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi sorotan publik. Pihak kampus memastikan pelaku berinisial RY kini sedang menjalani proses penanganan internal setelah sejumlah mahasiswi mengaku menjadi korban manipulasi foto menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Kasus tersebut terungkap setelah beberapa mahasiswa menemukan banyak foto perempuan yang telah diedit menjadi gambar vulgar di ponsel milik pelaku. Foto-foto itu diduga diambil dari media sosial hingga folder penyimpanan bersama yang sebelumnya digunakan untuk keperluan foto ijazah sekolah. 

Salah satu korban berinisial S mengaku mengetahui kasus itu setelah teman pelaku membuka galeri ponsel saat kegiatan praktikum kampus. Dari situ ditemukan banyak gambar hasil editan AI yang menampilkan wajah teman-teman perempuan pelaku dalam konten tidak senonoh. 

Korban disebut bukan hanya berasal dari lingkungan kampus Untan, tetapi juga teman semasa SMA pelaku di Singkawang hingga mahasiswi dari kampus lain di Kalimantan Barat. Bahkan, beberapa korban mengaku tidak pernah memiliki hubungan dekat dengan pelaku. 

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Untan Emilya Kalsum mengatakan kasus tersebut telah ditangani dan saat ini masih dalam proses investigasi internal. Kampus juga menghentikan sementara aktivitas perkuliahan pelaku untuk mendukung penyelidikan dan menciptakan ruang aman bagi korban maupun terlapor. 

Sejumlah korban mengaku mengalami trauma dan kehilangan rasa aman setelah mengetahui foto pribadi mereka dimanipulasi menjadi konten vulgar. Dugaan korban lain juga mulai terungkap setelah aparat dan pihak kampus memeriksa perangkat elektronik milik pelaku. 

Kasus ini memicu kekhawatiran terkait penyalahgunaan teknologi AI untuk pelecehan digital. Praktik deepfake sendiri merupakan manipulasi gambar atau video menggunakan teknologi kecerdasan buatan sehingga menghasilkan visual palsu yang tampak realistis.

Pihak kampus memastikan proses penanganan akan terus berjalan sesuai prosedur. Sementara itu, para korban berharap ada tindakan tegas agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan. 

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

Gempa M 6,7 Guncang Tanimbar Maluku Dini Hari Ini

Jaksa Sebut “Orang Bisa Bohong, Bukti Tidak” Usai Tuntut Roy Suryo Cs