Kinerja angkutan barang menggunakan kereta api terus menunjukkan tren positif. Volume pengiriman barang tercatat mencapai sekitar 936 ribu ton dan sebagian besar ditopang oleh distribusi komoditas batu bara yang masih menjadi kontributor utama sektor logistik berbasis rel. Peningkatan volume angkutan tersebut menunjukkan peran transportasi kereta api yang semakin penting dalam mendukung distribusi barang di berbagai

Kinerja angkutan barang menggunakan kereta api terus menunjukkan tren positif. Volume pengiriman barang tercatat mencapai sekitar 936 ribu ton dan sebagian besar ditopang oleh distribusi komoditas batu bara yang masih menjadi kontributor utama sektor logistik berbasis rel.
Peningkatan volume angkutan tersebut menunjukkan peran transportasi kereta api yang semakin penting dalam mendukung distribusi barang di berbagai wilayah. Selain efisien, moda transportasi rel dinilai mampu mengurangi beban logistik jalan raya dan meningkatkan ketepatan waktu pengiriman.
Batu bara menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap total angkutan barang kereta api. Tingginya kebutuhan distribusi energi membuat pengiriman komoditas tersebut tetap mendominasi aktivitas logistik nasional.
Selain batu bara, kereta api juga digunakan untuk mengangkut berbagai jenis barang lain seperti semen, pupuk, bahan baku industri, hingga produk konsumsi. Diversifikasi muatan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan logistik berbasis rel.
PT Kereta Api Indonesia terus melakukan penguatan layanan angkutan barang melalui peningkatan kapasitas jalur, optimalisasi operasional, serta pengembangan konektivitas dengan kawasan industri dan pelabuhan.
Pengamat transportasi menilai moda kereta api memiliki keunggulan dalam mendukung distribusi logistik berkapasitas besar dengan biaya yang relatif kompetitif. Karena itu, pengembangan angkutan barang berbasis rel dinilai penting untuk memperkuat efisiensi rantai pasok nasional.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan penggunaan transportasi kereta untuk kebutuhan logistik guna mengurangi kepadatan lalu lintas angkutan barang di jalan raya serta meningkatkan keberlanjutan sistem transportasi nasional.
Dengan pertumbuhan volume yang terus meningkat, sektor angkutan barang kereta api diperkirakan akan memainkan peran lebih besar dalam mendukung aktivitas industri dan perdagangan Indonesia.















