Kejagung Lelang 300 Barang Sitaan, Hasil Penjualan Tembus Hampir Rp1 Triliun

Kejagung Lelang 300 Barang Sitaan, Hasil Penjualan Tembus Hampir Rp1 Triliun

Kejaksaan Agung melalui Badan Pemulihan Aset (BPA) mencatat hasil besar dalam gelaran BPA Fair 2026 setelah berhasil melelang ratusan barang sitaan hasil tindak pidana dengan nilai hampir mencapai Rp1 triliun. Dari total 308 aset yang dilelang, sebanyak 300 unit berhasil terjual kepada peserta lelang. 

Kepala BPA Kejagung Kuntadi mengatakan total nilai hasil lelang mencapai sekitar Rp997,4 miliar. Angka tersebut berasal dari nilai limit aset senilai Rp922,2 miliar yang kemudian meningkat setelah proses penawaran berlangsung kompetitif selama lelang. 

Kegiatan BPA Fair 2026 digelar di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, dan menarik antusiasme tinggi masyarakat. Sepanjang pelaksanaan acara, tercatat lebih dari 1.900 pengunjung hadir dan sekitar 1.700 peserta mengikuti proses lelang secara langsung maupun daring.

Barang yang dilelang terdiri dari berbagai aset rampasan negara hasil perkara korupsi dan tindak pidana lainnya. Daftar barang mencakup mobil mewah, motor gede, tas branded, perhiasan, lukisan emas, alat musik, hingga replika kursi Firaun yang sebelumnya ramai menjadi perhatian publik. 

Salah satu aset dengan kenaikan harga tertinggi adalah sepeda motor Harley Davidson yang diperebutkan ratusan peserta lelang. Selain itu, replika kursi Firaun sitaan kasus korupsi Asabri juga laku terjual lebih dari Rp80 juta atau hampir dua kali lipat dari harga limit awal. 

Kuntadi menyebut tingkat keberhasilan lelang tahun ini mencapai 88,64 persen, melampaui target internal BPA sebesar 75 persen. Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan aset rampasan negara yang dilakukan secara terbuka dan transparan.

Meski sebagian besar aset berhasil terjual, masih terdapat delapan barang yang belum mendapatkan pembeli. Beberapa di antaranya berupa mobil mewah dan lukisan emas dengan nilai tinggi. BPA Kejagung membuka peluang aset-aset tersebut kembali dilelang pada agenda berikutnya.

Kejaksaan Agung juga mempertimbangkan menjadikan BPA Fair sebagai agenda tahunan mengingat tingginya animo publik serta besarnya kontribusi hasil lelang terhadap pemasukan negara. 

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

BPA Kejagung Lelang Replika Kursi Firaun, Terjual Hampir Dua Kali Lipat

BPA Kejagung Lelang Replika Kursi Firaun, Terjual Hampir Dua Kali Lipat

Sopir Taksi Green SM Jadi Tersangka dalam Kasus KRL Bekasi Timur

Sopir Taksi Green SM Jadi Tersangka dalam Kasus KRL Bekasi Timur