Pengiriman sapi kurban antarpulau mengalami lonjakan signifikan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat distribusi sapi ke berbagai daerah meningkat hingga 70 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah pengiriman sapi antarpulau tercatat mencapai 198.925 ekor. Peningkatan permintaan hewan kurban terjadi seiring persiapan masyarakat menghadapi

Pengiriman sapi kurban antarpulau mengalami lonjakan signifikan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat distribusi sapi ke berbagai daerah meningkat hingga 70 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah pengiriman sapi antarpulau tercatat mencapai 198.925 ekor. Peningkatan permintaan hewan kurban terjadi seiring persiapan masyarakat menghadapi Iduladha yang tahun ini jatuh pada 27 Mei 2026.
Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean mengatakan lonjakan distribusi sapi terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, terutama menuju daerah dengan tingkat konsumsi hewan kurban tinggi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa. Pemerintah juga memperkuat pengawasan lalu lintas ternak untuk memastikan hewan yang dikirim dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu pemasok terbesar sapi kurban nasional tahun ini. Ribuan ekor sapi dari wilayah tersebut dikirim ke berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan Iduladha. Tingginya permintaan membuat aktivitas distribusi hewan ternak melalui jalur laut meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Di tengah lonjakan distribusi ternak, Barantin memperketat pengawasan guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun penyakit hewan menular lainnya. Pemerintah membentuk satuan tugas khusus yang melakukan patroli, pemeriksaan dokumen kesehatan hewan, hingga pemantauan tempat penampungan sementara selama 24 jam.
Pengawasan juga dilakukan di sejumlah daerah tujuan pengiriman hewan kurban. Pemerintah daerah bersama dinas peternakan mulai meningkatkan pemeriksaan kesehatan sapi dan kambing untuk memastikan hewan layak dijual dan aman dikonsumsi masyarakat.
Selain sapi, permintaan domba dan kambing kurban turut mengalami kenaikan di sejumlah wilayah. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat bahkan mencatat pasokan hewan kurban tahun ini meningkat dibanding 2025 karena tingginya stok peternak dan naiknya permintaan masyarakat.
Peningkatan pengiriman hewan kurban diperkirakan masih berlangsung hingga mendekati hari pelaksanaan Iduladha. Pemerintah berharap distribusi ternak tetap lancar tanpa gangguan kesehatan hewan maupun hambatan logistik antarpulau.
















