KPK Minta Heri Black Kooperatif dalam Kasus Korupsi Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black bersikap kooperatif dalam proses penyidikan dugaan korupsi importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Permintaan itu disampaikan setelah Heri tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik pada pekan lalu.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan kehadiran saksi sangat dibutuhkan untuk memperkuat pengungkapan perkara yang sedang ditangani lembaga antirasuah tersebut. KPK menegaskan setiap pihak yang dipanggil wajib memberikan keterangan secara jujur dan lengkap demi mempercepat proses penyidikan.

Menurut Budi, ketidakhadiran Heri Black akan menjadi bahan pertimbangan penyidik dalam menentukan langkah hukum berikutnya. KPK masih mempelajari kemungkinan penjadwalan ulang pemeriksaan maupun tindakan lanjutan lain sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terkait dugaan suap dalam pengurusan importasi barang di lingkungan DJBC. Dalam pengembangan perkara, penyidik menemukan indikasi pengondisian jalur impor agar sejumlah barang dapat lolos tanpa pemeriksaan ketat.

KPK sebelumnya menetapkan enam tersangka, termasuk sejumlah pejabat Bea Cukai dan pihak swasta dari perusahaan jasa kepabeanan PT Blueray Cargo. Tiga petinggi perusahaan tersebut kini telah menjalani proses persidangan atas dugaan pemberian suap kepada pejabat Bea Cukai.

Dalam penyidikan perkara ini, KPK turut menyita berbagai barang bukti bernilai besar, mulai dari uang tunai berbagai mata uang asing, logam mulia, hingga barang mewah. Total nilai barang bukti yang diamankan mencapai sekitar Rp 40,5 miliar.

Perkembangan terbaru, KPK juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Semarang, termasuk rumah milik Heri Black. Penggeledahan tersebut dilakukan untuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain serta mencari tambahan barang bukti terkait kasus suap dan gratifikasi importasi di lingkungan Bea Cukai.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

Menlu Sugiono Hadiri BRICS FMM di India Mulai 14 Mei

Dua Anak di Medan Diduga Jadi Korban TPPO Berkedok Kerja