728 x 90

BTN dan KAI Komitmen Bangun 5.000 Unit Rusun di Lahan Manggarai, Skema KPR dan FLPP Dipastikan Terjangkau

Pemerintah terus mempercepat penyediaan hunian layak bagi warga kota. Pada Rabu, 22 April 2026, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait hunian layak di perkotaan. BTN, KAI, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman

Pemerintah terus mempercepat penyediaan hunian layak bagi warga kota. Pada Rabu, 22 April 2026, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait hunian layak di perkotaan.

BTN, KAI, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman berkomitmen untuk membangun hunian vertikal di lahan milik KAI. Sekitar 5.000 unit rumah susun berukuran 45 dan 54 meter persegi sudah dibangun di Manggarai, Jakarta. Hunian ini dibuat terjangkau lewat skema Kredit Pemilikan Rumah dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Teddy mengatakan, “Pertemuan ini membahas tindak lanjut arahan Presiden Prabowo dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan.”

Ia menyebutkan pada 2025 pembangunan rumah lewat KPR dan FLPP mencapai 200.000 unit, ditambah 40.000 unit non-KPR. “Dan di tahun 2026 ini sesuai arahan Presiden, jumlahnya akan ditingkatkan,” tulis unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan 300 unit rumah di kawasan Senen, Jakarta Pusat, ditargetkan selesai pada 15 Juni 2026. Setelah itu, KAI akan memproses 500 unit berikutnya. Program ini dimulai setelah kunjungan mendadak Presiden Prabowo ke permukiman pinggir rel Senen pada Kamis, 26 Maret 2026, yang langsung memicu perintah percepatan pembangunan.

Selain membahas perumahan, pertemuan juga menyinggung perkembangan redesain Stasiun Gambir dan pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD). Konsep TOD dirancang sebagai simpul ekonomi baru yang terhubung dengan jaringan transportasi massal di beberapa kota besar Indonesia.

Efelem E
AUTHOR
PROFILE

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos