PHK Tembus 15.425 Orang hingga April 2026, Jawa Tengah Tertinggi

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 15.425 orang sepanjang Januari hingga April 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menunjukkan tekanan ketenagakerjaan masih terjadi di sejumlah sektor industri nasional.

Berdasarkan data Kemnaker, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi, disusul DKI Jakarta dan Banten. Sektor manufaktur, tekstil, alas kaki, hingga industri padat karya masih menjadi penyumbang terbesar gelombang pengurangan tenaga kerja tahun ini. 

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah terus memantau kondisi perusahaan yang mengalami tekanan bisnis akibat perlambatan permintaan global dan meningkatnya biaya produksi. Menurut dia, pelemahan pasar ekspor menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberlangsungan usaha di sektor padat karya.

Selain tekanan eksternal, industri juga menghadapi tantangan berupa kenaikan biaya logistik, fluktuasi nilai tukar, serta persaingan produk impor. Kondisi tersebut membuat sejumlah perusahaan melakukan efisiensi operasional, termasuk pengurangan jumlah pekerja. 

Pemerintah mengklaim telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menekan dampak PHK, mulai dari pelatihan ulang tenaga kerja, fasilitasi penempatan kerja baru, hingga perluasan program padat karya. Kemnaker juga mendorong perusahaan mengedepankan dialog bipartit sebelum mengambil langkah pemutusan hubungan kerja.

Gelombang PHK belakangan menjadi perhatian setelah sejumlah perusahaan tekstil dan manufaktur mengumumkan pengurangan produksi akibat lemahnya permintaan global. Serikat pekerja menilai pemerintah perlu memperkuat perlindungan industri dalam negeri dan mempercepat penciptaan lapangan kerja baru agar tekanan pengangguran tidak semakin besar. 

Di sisi lain, pemerintah tetap optimistis kondisi pasar tenaga kerja nasional masih cukup terjaga seiring pertumbuhan ekonomi yang bertahan di atas 5 persen pada kuartal I-2026. Pemerintah juga berharap investasi baru dapat menyerap tenaga kerja lebih besar dalam beberapa kuartal mendatang. 

Meski demikian, ekonom mengingatkan pemerintah perlu segera memperkuat sektor padat karya karena tekanan global diperkirakan masih berlangsung sepanjang tahun ini.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

HUT Ke-219 KAJ Jadi Momentum Penguatan Gerakan Pilah Sampah DKI

Shell Mulai Jual BBM Lagi Hari Ini, Diesel Tembus Rp30.890