
Rencana pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tiket pesawat domestik dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Kebijakan tersebut diyakini mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Pengamat transportasi Alvin Lie menilai penurunan biaya perjalanan udara berpotensi meningkatkan jumlah penumpang. Ketika akses transportasi menjadi lebih terjangkau, pergerakan orang dan barang antarwilayah juga diperkirakan meningkat.
Dampak lanjutan dari peningkatan mobilitas tersebut tidak hanya dirasakan industri penerbangan. Sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga usaha mikro dan kecil berpeluang memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas perjalanan domestik.
Pemerintah sebelumnya telah menyiapkan berbagai insentif fiskal untuk menjaga keterjangkauan tarif penerbangan, termasuk skema pajak yang ditanggung pemerintah pada periode tertentu. Kebijakan itu ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu industri penerbangan menghadapi tekanan biaya operasional.
Menurut pengamat, biaya transportasi yang lebih rendah dapat menjadi stimulus ekonomi yang efektif karena mendorong konsumsi masyarakat serta memperkuat konektivitas antardaerah. Efek berantai dari peningkatan mobilitas tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Di tengah upaya mempercepat pemulihan dan ekspansi ekonomi, kebijakan terkait tiket pesawat dinilai dapat menjadi salah satu instrumen yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.



