
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai penyusunan APBN 2027 harus dirancang untuk memperkuat daya tahan dan pertumbuhan kelas menengah. Menurutnya, kelompok ini memiliki peran penting dalam menjaga konsumsi domestik dan stabilitas ekonomi nasional.
Dalam pembahasan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF), Misbakhun menekankan pentingnya menghadirkan kebijakan yang mampu menciptakan peluang ekonomi lebih luas bagi masyarakat produktif.
Ia menilai kelas menengah saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan biaya hidup hingga ketidakpastian ekonomi global. Karena itu, APBN perlu diarahkan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, investasi, serta peningkatan produktivitas nasional.
Menurut Misbakhun, kekuatan konsumsi rumah tangga merupakan salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika kelas menengah mampu berkembang, dampaknya akan dirasakan oleh sektor usaha, industri, hingga penerimaan negara.
Selain menjaga disiplin fiskal, pemerintah juga didorong memastikan kebijakan anggaran dapat memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen belanja negara, tetapi juga menjadi alat untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Pembahasan APBN 2027 diperkirakan akan menjadi salah satu agenda penting pemerintah dan DPR dalam menentukan arah kebijakan ekonomi nasional beberapa tahun ke depan.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.



