

Kementerian Ketenagakerjaan mengusulkan peningkatan kuota Program Magang Nasional 2026 menjadi 150.000 peserta. Jumlah tersebut naik sekitar 50 persen dibanding pelaksanaan program tahun sebelumnya yang berada di kisaran 100.000 peserta.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi menyebut peningkatan kuota dilakukan untuk memperluas kesempatan lulusan baru dan pencari kerja memperoleh pengalaman langsung di dunia industri.
Menurut Kemnaker, tingginya minat masyarakat terhadap program pemagangan menjadi salah satu alasan utama penambahan kapasitas peserta pada tahun depan. Program ini juga dinilai efektif membantu meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda sebelum masuk ke pasar kerja formal.
Selain pengalaman kerja, pemerintah berencana memperkuat sertifikasi kompetensi peserta melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan skema tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga pengakuan kompetensi resmi.
Pelaksanaan program magang nantinya tetap melibatkan perusahaan swasta dan industri sebagai penyelenggara utama. Tahapan dimulai dari pendaftaran perusahaan, seleksi peserta, hingga proses penempatan magang sesuai kebutuhan industri.
Pengamat ketenagakerjaan menilai program magang dapat membantu mengurangi kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan pendidikan formal. Namun, pengawasan kualitas program tetap diperlukan agar peserta tidak hanya dijadikan tenaga kerja murah.
Pemerintah berharap perluasan kuota magang nasional dapat membantu menekan angka pengangguran muda sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.








