KARHUTLA

Imbas Karhutla, Ekonomi Kalimantan Mulai Terhambatย 

KARHUTLA
Ilustrasi. Foto: Airlangga Akui Karhutla Kalimantan Ganggu Ekonomi

JAKARTA, DUNIA WARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui bahwa eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan telah memberikan dampak nyata terhadap gangguan aktivitas perekonomian dan logistik pada Sabtu (22/8/2026). Tebalnya paparan kabut asap beracun dinilai mulai menekan mobilitas perdagangan serta produktivitas masyarakat di provinsi terdampak.

Menko Airlangga menyoroti bahwa dampak bencana karhutla tidak hanya berhenti pada krisis kesehatan lingkungan, melainkan telah merembet ke sektor riil. Terganggunya jadwal penerbangan kargo dan penumpang di bandara-bandara regional, tersendatnya lalu lintas angkutan sungai, hingga penyesuaian jam kerja dan kegiatan belajar mengajar menjadi faktor utama yang menghambat perputaran roda ekonomi lokal.

Gangguan Distribusi Logistik dan Sektor Transportasi

Airlangga menjelaskan bahwa sektor transportasi dan rantai pasok logistik menjadi lini bisnis yang paling cepat merasakan imbas buruk dari kabut asap pekat. Terbatasnya jarak pandang (visibility) yang berada di bawah standar keselamatan penerbangan memicu penundaan (delay) hingga pembatalan rute pesawat antarkota di Kalimantan.

Di jalur perairan pedalaman, pendangkalan sungai yang disertai kepulan asap tebal menyulitkan navigasi kapal tunda (tugboat) penarik tongkang logistik dan bahan bakar.

Keterlambatan arus distribusi barang tersebut berpotensi memicu lonjakan biaya angkut (freight cost) serta memicu kerentanan pasokan bahan pangan pokok di pasar-pasar tradisional daerah.

Penurunan Produktivitas Tenaga Kerja dan Beban Biaya Kesehatan

Selain hambatan logistik fisik, bencana karhutla berdampak langsung pada penurunan jam kerja efektif dan produktivitas para pekerja di luar ruangan (outdoor workers). Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memaksa sebagian tenaga kerja mengambil cuti sakit atau membatasi aktivitas operasionalnya.

Pemerintah daerah juga dihadapkan pada pembengkakan pos belanja darurat guna menyediakan fasilitas posko kesehatan, oksigen medis, dan pembagian masker pernapasan bagi warga.

Kondisi ini menambah beban pengeluaran rumah tangga masyarakat yang harus mengalokasikan anggaran ekstra untuk pengobatan dan perlindungan kesehatan keluarga dari ancaman asap.

Antisipasi Tekanan Inflasi Pangan dan Kinerja Sektor Perkebunan

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus memantau indikator stabilitas harga komoditas pangan di sentra-sentra konsumen Kalimantan guna mengantisipasi timbulnya tekanan inflasi musiman (volatile foods). Pemerintah daerah diinstruksikan menjaga ketersediaan stok beras, minyak goreng, dan komoditas strategis lainnya melalui operasi pasar berkala.

Di sektor perkebunan dan kehutanan, operasional pemanenan dan pengangkutan tandan buah segar (TBS) sawit di beberapa konsesi mengalami perlambatan akibat fokus pengalihan tenaga kerja untuk memadamkan api di sekeliling batas lahan gambut.

Pemerintah meminta asosiasi industri perkebunan tetap mematuhi regulasi ketat perlindungan lingkungan dan aktif mengerahkan sarana pemadam mandiri di area konsesinya masing-masing.

Sinergi Pemadaman Cepat demi Pulihkan Iklim Usaha Daerah

Menko Airlangga menegaskan bahwa pemulihan aktivitas ekonomi sangat bergantung pada kecepatan Satgas Gabungan dalam memadamkan titik api aktif (hotspot) di lapangan. Koordinasi terpadu antara BNPB, Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus dioptimalkan melalui pengerahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan armada water bombing.

Pemerintah pusat menjamin ketersediaan dukungan anggaran siap pakai kebencanaan agar pemadaman dapat dituntaskan secepat mungkin sebelum memasuki fase kemarau yang lebih kritis.

Dengan terkendalinya titik-titik api karhutla, konektivitas transportasi dan produktivitas usaha masyarakat diharapkan dapat segera kembali normal demi menjaga momentum target pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengakuan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai dampak ekonomi dari karhutla di Kalimantan mempertegas bahwa penanggulangan bencana lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari menjaga ketahanan ekonomi nasional. Melalui percepatan pemadaman titik api, penjagaan rantai pasok kebutuhan pokok, dan sinergi lintas instansi yang solid, diharapkan laju perekonomian masyarakat Kalimantan dapat segera pulih dan terlindungi dari ancaman kabut asap berkepanjangan.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.

Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.

More From Author

JAKARTA

Riset ITB: Diesel Dalang Terbesar Polusi di Jakarta

KARHUTLA

Mensesneg: Tindak Tegas Pelanggar Karhutla Kalimantanย 

Berita Terpopuler