

Perekonomian Sulawesi Selatan mencatat pertumbuhan sebesar 6,88 persen pada triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata nasional dan menempatkan Sulawesi Selatan di posisi keenam secara nasional. Kinerja ekonomi daerah didorong oleh sejumlah sektor utama yang menunjukkan ekspansi signifikan sepanjang awal tahun.
Dari sisi produksi, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan lebih dari 20 persen secara tahunan. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen yang tumbuh paling cepat.
Kepala BPS Sulawesi Selatan Aryanto menjelaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan daya tahan ekonomi daerah yang tetap kuat di tengah tantangan global. Pada triwulan pertama tahun ini, nilai perekonomian Sulsel tercatat mencapai lebih dari Rp191 triliun atas dasar harga berlaku.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Selain pertumbuhan yang tinggi, tingkat inflasi daerah juga berhasil dijaga dalam rentang yang terkendali.
Pencapaian ini memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu motor ekonomi utama di kawasan timur Indonesia. Pemerintah daerah optimistis tren positif tersebut dapat berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya melalui penguatan investasi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan produktivitas sektor unggulan.






