728 x 90

Purbaya Sebut Prediksi Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Tidak Rasional

Purbaya Sebut Prediksi Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Tidak Rasional

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai prediksi nilai tukar rupiah yang disebut bisa melemah hingga Rp17.800 per dolar Amerika Serikat tidak memiliki dasar ekonomi yang kuat. Menurut dia, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup stabil untuk menjaga pergerakan rupiah.  Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap

Purbaya Sebut Prediksi Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Tidak Rasional

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai prediksi nilai tukar rupiah yang disebut bisa melemah hingga Rp17.800 per dolar Amerika Serikat tidak memiliki dasar ekonomi yang kuat. Menurut dia, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup stabil untuk menjaga pergerakan rupiah. 

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap tekanan nilai tukar akibat ketidakpastian ekonomi global dan penguatan dolar AS. Purbaya mengatakan fluktuasi rupiah memang dipengaruhi sentimen global, namun level pelemahan hingga Rp17.800 dinilai berlebihan.

Ia menekankan bahwa kondisi cadangan devisa, kinerja ekspor, serta stabilitas sektor perbankan Indonesia masih berada dalam posisi yang relatif terjaga. Karena itu, ia menilai tidak ada alasan fundamental yang mendukung prediksi pelemahan ekstrem tersebut.

Menurut Purbaya, pasar keuangan global saat ini memang sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Namun Indonesia dinilai memiliki daya tahan ekonomi yang lebih baik dibanding beberapa negara berkembang lain.

Dalam beberapa bulan terakhir, rupiah mengalami tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian global. Meski begitu, Bank Indonesia terus melakukan intervensi stabilisasi di pasar valuta asing guna menjaga keseimbangan nilai tukar.

Ekonom juga mengingatkan bahwa pergerakan rupiah tidak bisa hanya dilihat dari faktor eksternal. Stabilitas politik, inflasi domestik, dan kepercayaan investor tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi arah mata uang nasional.

Purbaya menilai narasi pelemahan rupiah yang terlalu ekstrem berpotensi memicu kepanikan pasar apabila tidak disertai analisis yang objektif. Ia meminta publik melihat kondisi ekonomi secara menyeluruh dan tidak terpaku pada spekulasi jangka pendek.

Pemerintah dan otoritas keuangan sebelumnya juga menegaskan koordinasi fiskal dan moneter terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos