

SD Negeri 2 Salakaria di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memulai tahun ajaran 2026/2027 dengan kondisi yang tidak biasa. Sekolah yang berada di kawasan Kampung Keluarga Berencana (KB) itu hanya menerima satu murid baru untuk kelas I, mencerminkan dampak perubahan demografi yang kini dirasakan sejumlah sekolah dasar di daerah tersebut.
Minimnya jumlah peserta didik baru bukan disebabkan oleh rendahnya kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis menjelaskan bahwa jumlah anak usia sekolah di lingkungan sekitar terus menurun karena kawasan tersebut telah lama dikenal sebagai Kampung KB. Rendahnya angka kelahiran membuat calon siswa yang tersedia setiap tahun semakin sedikit.
Di tengah kondisi itu, para guru tetap mempersiapkan seluruh kebutuhan untuk menyambut tahun ajaran baru. Wali kelas I, Maya Nurhidayah, mengaku telah menyiapkan materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), alat peraga, hingga berbagai aktivitas belajar. Namun, pelaksanaan MPLS sempat tertunda karena satu-satunya murid baru tersebut sedang sakit pada hari pertama masuk sekolah.
Maya mengatakan jumlah murid yang sangat sedikit tidak mengurangi semangatnya mengajar. Menurutnya, kondisi tersebut justru memungkinkan guru memberikan perhatian lebih intensif kepada peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung layaknya pendampingan secara personal.
Kepala SDN 2 Salakaria Deni Purnama menyebut total siswa di sekolah itu kini berjumlah 32 orang yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI. Meski jumlah peserta didik terbatas, sekolah tetap berupaya mempertahankan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas pendukung, termasuk perangkat pembelajaran digital Interactive Flat Panel (IFP). Sekolah juga pernah menorehkan prestasi di tingkat kabupaten maupun Provinsi Jawa Barat.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di SDN 2 Salakaria. Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis mencatat beberapa sekolah dasar lain di wilayah Lakbok, Rancah, dan sejumlah kecamatan juga mengalami penurunan jumlah murid baru. Pemerintah daerah memastikan seluruh sekolah, terlepas dari banyak atau sedikitnya siswa, tetap memperoleh dukungan agar layanan pendidikan berjalan optimal.
Kisah SDN 2 Salakaria memperlihatkan tantangan baru dunia pendidikan di tengah perubahan struktur penduduk. Berkurangnya jumlah anak usia sekolah membuat sejumlah sekolah harus beradaptasi, namun pemerintah menegaskan setiap peserta didik tetap berhak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa memandang jumlah murid di sekolahnya.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.





