

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, mengecam praktik LGBTQ dalam pidato pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Jumat (24/7). Menurutnya, praktik tersebut bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral yang dianut masyarakat Indonesia sehingga perlu menjadi perhatian bersama.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan peserta kongres yang diikuti sekitar 87 organisasi Islam dari berbagai daerah. Selain menyoroti isu LGBTQ, Anwar juga mengajak seluruh elemen umat Islam memperkuat persatuan untuk menghadapi berbagai tantangan kebangsaan dan keumatan.
Soroti Ancaman terhadap Nilai Moral
Dalam sambutannya, Anwar menyebut praktik LGBTQ sebagai salah satu persoalan yang dinilai dapat memengaruhi kehidupan sosial dan moral masyarakat. Ia menegaskan MUI tetap berpegang pada pandangan keagamaan yang menolak praktik tersebut.
Menurutnya, umat Islam perlu memperkuat pendidikan akhlak dan nilai-nilai keagamaan sebagai upaya menjaga ketahanan moral masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Kongres Bahas Berbagai Isu Strategis
Kongres Umat Islam Indonesia VIII berlangsung pada 24–26 Juli 2026 dengan mengusung tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat”. Forum lima tahunan ini menjadi wadah konsolidasi organisasi-organisasi Islam sekaligus membahas berbagai isu strategis nasional.
Selain persoalan moral dan sosial, kongres juga mengagendakan pembahasan mengenai pemberantasan korupsi, ketahanan pangan, ekonomi, pendidikan, geopolitik, hingga pembangunan nasional.
Presiden Prabowo Dijadwalkan Membuka Kongres
Majelis Ulama Indonesia sebelumnya mengumumkan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka secara resmi Kongres Umat Islam Indonesia VIII. Forum tersebut menghadirkan sejumlah menteri, pimpinan lembaga negara, aparat penegak hukum, akademisi, dan tokoh masyarakat sebagai narasumber dalam berbagai sidang pleno.
Panitia menyebut hasil kongres nantinya akan dirumuskan menjadi sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan terkait berbagai persoalan kebangsaan dan keumatan.
MUI Dorong Penguatan Peran Umat
Selain menyoroti isu LGBTQ, Anwar mengajak organisasi-organisasi Islam memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan bangsa. Ia menilai umat Islam memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
Menurutnya, forum Kongres Umat Islam Indonesia tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana menyampaikan gagasan dan rekomendasi bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan nasional.
Hasil Kongres Akan Jadi Rekomendasi
Kongres dijadwalkan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang mencakup berbagai bidang, termasuk kehidupan beragama, ekonomi, pendidikan, media, politik, dan isu-isu sosial kemasyarakatan.
MUI berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi kontribusi organisasi-organisasi Islam dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.





