

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda pembenahan pasar modal nasional setelah jajaran direksi baru melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Fokus utama yang disorot adalah peningkatan integritas, transparansi, serta penguatan tata kelola guna mendorong daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.
Direktur Utama BEI yang baru, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa sejumlah langkah reformasi telah berjalan dalam beberapa bulan terakhir dan akan diteruskan pada periode kepemimpinan baru. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk membangun kepercayaan investor sekaligus memperkuat fondasi pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta. Agenda tersebut juga dihadiri oleh pimpinan OJK serta direksi BEI periode 2026–2030 yang baru terpilih. Dalam pertemuan itu, berbagai isu strategis terkait pengembangan pasar modal menjadi pembahasan utama.
Jeffrey menilai pasar modal Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi bursa yang mampu bersaing dengan pusat-pusat keuangan utama dunia. Namun, target tersebut membutuhkan konsistensi reformasi, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan sistem pengawasan terhadap seluruh pelaku pasar.
Selain menjaga aspek tata kelola, BEI juga berupaya memastikan keseimbangan antara sisi permintaan dan penawaran di pasar modal. Langkah ini dianggap penting untuk menciptakan iklim investasi yang lebih stabil di tengah dinamika ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Dari sisi regulator, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan bahwa direksi baru memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan proses reformasi yang telah dimulai sebelumnya. OJK berharap kepemimpinan baru dapat menjaga momentum perbaikan yang berfokus pada integritas, perlindungan investor, serta peningkatan kualitas tata kelola perusahaan.
DPR juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi pasar modal nasional. Dalam komunikasi dengan manajemen baru BEI, parlemen mendorong percepatan pembenahan agar pasar modal dapat menjadi sarana pendanaan yang semakin efektif bagi dunia usaha sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi investor ritel.
Seiring meningkatnya jumlah investor domestik dalam beberapa tahun terakhir, ekspektasi terhadap kualitas pengelolaan bursa juga semakin tinggi. Karena itu, kolaborasi antara BEI, OJK, pemerintah, dan pelaku industri dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan pasar modal Indonesia yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing internasional.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.






