
Peta kepemilikan saham PT Intiland Development Tbk (DILD) mengalami perubahan signifikan setelah sejumlah investor bermodal besar memperkuat posisi di emiten properti tersebut. Di tengah perubahan komposisi pemegang saham utama, investor kawakan Lo Kheng Hong juga kembali menambah kepemilikannya pada Juni 2026.
Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek, kepemilikan Lo Kheng Hong meningkat menjadi sekitar 760,45 juta saham atau setara 7,34 persen pada akhir Juni 2026. Sebulan sebelumnya, ia tercatat menggenggam sekitar 758,63 juta saham atau 7,32 persen. Dengan demikian, jumlah saham yang dimilikinya bertambah sekitar 1,82 juta lembar dalam sebulan.
Penambahan tersebut melanjutkan aksi akumulasi yang dilakukan Lo sepanjang 2026. Pada awal Mei, ia membeli sekitar 15,18 juta saham DILD dengan harga Rp129 per saham. Transaksi itu meningkatkan kepemilikannya dari 6,93 persen menjadi 7,08 persen, dengan tujuan pembelian dinyatakan sebagai investasi.
Namun, pergerakan Lo bukan satu-satunya perubahan penting dalam struktur pemegang saham Intiland. Laporan Juni menunjukkan munculnya nama UOB Kay Hian Pte Ltd dengan kepemilikan 22,85 persen dalam daftar pemegang saham di atas 5 persen. Bali Private Villa(s) Pte. Ltd. tercatat memiliki sekitar 7,49 persen, sementara Lo berada di posisi berikutnya dengan 7,34 persen.
Perubahan tersebut membuat pergerakan kepemilikan investor besar di DILD menjadi perhatian pasar. Sebelumnya, aktivitas akumulasi investor asing juga sempat terdeteksi pada saham Intiland, menunjukkan adanya dinamika yang cukup aktif pada struktur kepemilikan emiten properti tersebut.
Aksi Lo berlangsung ketika harga DILD masih menghadapi tekanan. Pada perdagangan 10 Juli 2026, saham tersebut berada di level Rp113. Dalam sebulan, harganya telah turun sekitar 5,04 persen, sedangkan secara year to date terkoreksi 19,86 persen.
Bagi investor, perubahan kepemilikan oleh pemodal besar dapat menjadi sentimen yang menarik perhatian, tetapi tidak otomatis menjamin kenaikan harga saham. Prospek DILD tetap akan dipengaruhi kinerja operasional, kondisi industri properti, struktur keuangan, dan kemampuan perusahaan merealisasikan pertumbuhan bisnis.
Dengan bertambahnya kepemilikan Lo Kheng Hong serta berubahnya daftar pemegang saham utama, dinamika DILD berpotensi terus menjadi sorotan pelaku pasar dalam beberapa waktu mendatang.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.



