

Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) Korlantas Polri turun tangan mengasistensi penyelidikan kecelakaan maut di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tim khusus dikerahkan untuk mengungkap penyebab insiden secara ilmiah sekaligus mengevaluasi faktor keselamatan jalan di lokasi kejadian.
Atas arahan Kakorlantas Polri Irjen Wibowo, tim asistensi mendalami hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), keterangan saksi, dan barang bukti. Pemeriksaan dilakukan bersama Polres Indramayu untuk menyusun gambaran menyeluruh mengenai rangkaian peristiwa sebelum benturan terjadi.
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen I Made Agus Prasatya menegaskan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa harus ditangani secara profesional, ilmiah, dan transparan. Hasil penyelidikan nantinya tidak hanya digunakan untuk kepentingan penegakan hukum, tetapi juga sebagai bahan evaluasi guna mencegah insiden serupa.
Dalam pemeriksaan awal, tim tidak menemukan jejak pengereman sebelum tabrakan. Penyidik juga telah meminta keterangan pengemudi truk dengan tetap mempertimbangkan kondisi psikologisnya setelah kecelakaan.
Untuk memperkuat analisis, Tim Traffic Accident Analysis (TAA) menggunakan teknologi 3D Laser Scanner saat melakukan olah TKP. Polisi turut mengumpulkan rekaman video yang beredar di media sosial untuk membantu memperkirakan pergerakan dan kecepatan kendaraan sebelum kecelakaan.
Pemeriksaan kondisi jalan menemukan perbedaan elevasi sekitar 10 sentimeter antara dua jalur. Tim juga mendapati tidak adanya rambu maupun petunjuk putar balik di lokasi. Titik yang digunakan untuk berputar ternyata bukan u-turn resmi, melainkan akses yang dibuka secara tidak resmi oleh masyarakat.
Temuan tersebut kemudian dibahas bersama Dinas Perhubungan dan PUPR Provinsi Jawa Barat. Evaluasi mencakup penataan kembali titik putar balik, peningkatan koordinasi antarlembaga, serta kebutuhan pemasangan rambu untuk memperkuat keselamatan pengguna Jalur Pantura.
Seluruh hasil analisis teknis telah diserahkan kepada penyidik untuk pendalaman lebih lanjut. Polisi masih menyelidiki faktor kendaraan, pengemudi, dan kondisi jalan sebelum menentukan penyebab utama serta kemungkinan unsur pidana dalam kecelakaan tersebut.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.





