
BPJS Ketenagakerjaan mengoptimalkan layanan amalgamasi saldo dan memperkuat sistem layanan tanpa perantara atau calo di seluruh Indonesia pada 2026. Kebijakan ini ditujukan bagi peserta aktif maupun nonaktif yang memiliki lebih dari satu nomor kepesertaan, dengan layanan tersedia di kantor cabang dan kanal digital resmi.
Amalgamasi saldo merupakan proses penggabungan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) dari beberapa nomor kepesertaan menjadi satu akun. Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan peserta dalam memantau dan mencairkan manfaat, terutama bagi pekerja yang berpindah pekerjaan atau memiliki riwayat kepesertaan ganda.
BPJS Ketenagakerjaan menyatakan bahwa proses penggabungan kini dapat dilakukan lebih cepat melalui aplikasi digital dan layanan online. Peserta juga dapat mengakses informasi melalui pusat layanan pelanggan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.
Selain itu, lembaga ini menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik percaloan yang kerap merugikan peserta. BPJS Ketenagakerjaan mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jasa pihak ketiga dalam pengurusan klaim maupun penggabungan saldo, karena seluruh layanan disediakan secara gratis.
Penguatan layanan tanpa calo dilakukan melalui peningkatan sistem verifikasi data dan edukasi kepada peserta. Sosialisasi juga digencarkan melalui berbagai kanal komunikasi untuk memastikan peserta memahami prosedur resmi yang berlaku.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap layanan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan proses yang lebih sederhana dan aman, peserta diharapkan dapat memanfaatkan hak mereka tanpa hambatan.
Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan berencana terus mengembangkan layanan digital guna mempercepat proses administrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh peserta di Indonesia.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.



