
Penurunan IHSG dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai sekitar Rp23 triliun sepanjang April 2026. Kondisi ini memicu tekanan luas di berbagai sektor, terutama perbankan dan konsumsi. Namun, saham ADRO menunjukkan pergerakan berbeda dengan ditutup menguat ke level Rp2.520 setelah periode ex-dividend.
Direktur Utama ADRO, Garibaldi Thohir, menyampaikan bahwa perusahaan telah menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp117 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 17 April. Dividen tersebut melengkapi pembayaran interim sebelumnya, sehingga total imbal hasil dividen mencapai lebih dari 12 persen secara tahunan. Selain itu, perusahaan juga mengalokasikan dana hingga Rp5 triliun untuk program pembelian kembali saham (buyback) guna menjaga stabilitas harga saham di pasar.
Program buyback ini dinilai memberikan sentimen positif bagi investor, terutama di tengah volatilitas pasar. Dengan alokasi yang cukup besar, perusahaan berupaya menciptakan batas bawah harga saham sekaligus meningkatkan laba per saham. Tingginya volume transaksi serta valuasi yang relatif rendah turut memperkuat daya tarik saham ini di kalangan investor.
Analis pasar menilai bahwa saham ADRO menjadi salah satu pilihan defensif di tengah kondisi pasar yang tidak menentu. Kinerja perusahaan yang didukung oleh harga komoditas energi, seperti batu bara dan minyak, memberikan prospek yang stabil. Produksi batu bara yang tinggi serta margin keuntungan yang kuat juga menjadi faktor pendukung kinerja positif perusahaan.
Selain itu, kinerja keuangan perusahaan pada kuartal pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan secara tahunan. Hal ini semakin memperkuat posisi ADRO sebagai salah satu saham unggulan di sektor energi, dengan tingkat pengembalian ekuitas yang kompetitif.
Ke depan, prospek saham ADRO diperkirakan tetap positif seiring dengan stabilnya harga komoditas global dan strategi ekspansi perusahaan. Di tengah tekanan IHSG, saham berbasis energi seperti ADRO dinilai mampu menjadi alternatif investasi yang lebih tahan terhadap volatilitas pasar.
Tags: Kinerja Saham ADRO, Garibaldi Thohir, Pembelian Kembali Saham, Hasil Dividen, Ketahanan Sektor Energi



