

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melanjutkan penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said dengan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) baru yang dirancang menjadi ruang publik sekaligus ikon kawasan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, JPO tersebut nantinya memungkinkan masyarakat memasang “gembok cinta” sebagai simbol kasih sayang, terinspirasi dari jembatan serupa di Paris, Prancis.
Rencana tersebut merupakan bagian dari tahap lanjutan revitalisasi koridor HR Rasuna Said yang sebelumnya mencakup pembongkaran tiang monorel mangkrak, penataan trotoar, hingga perbaikan badan jalan. Menurut Pramono, kawasan tersebut masih akan dipercantik melalui penataan Kali Cideng yang berada di sekitar Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga lingkungan menjadi lebih nyaman bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi umum.
Pramono menjelaskan pembangunan JPO baru baru dapat direalisasikan setelah proses normalisasi dan penataan Kali Cideng selesai dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Setelah sungai dibersihkan dan jembatan rampung dibangun, kawasan tersebut diharapkan menghadirkan suasana ruang publik yang lebih menarik sekaligus menjadi destinasi baru di pusat ibu kota. Ia menilai konsep “gembok cinta” dapat menjadi simbol integritas karena lokasi tersebut berada tidak jauh dari kantor KPK.
Selain mempercantik kawasan, proyek ini juga bertujuan meningkatkan konektivitas pejalan kaki di salah satu koridor bisnis dan diplomatik Jakarta. Pramono menyebut penataan HR Rasuna Said mendapat apresiasi dari sejumlah diplomat asing karena kawasan tersebut menjadi salah satu wajah utama Jakarta di mata dunia. Dengan hadirnya JPO baru dan ruang publik yang lebih tertata, pemerintah berharap mobilitas masyarakat semakin aman sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.
Pemprov DKI menargetkan seluruh rangkaian penataan dilakukan secara bertahap agar menghasilkan kawasan yang modern, ramah pejalan kaki, dan memiliki nilai estetika tinggi. Pembangunan JPO beserta konsep gembok cinta diharapkan menjadi salah satu ikon baru Jakarta yang dapat dinikmati masyarakat tanpa mengurangi fungsi utama infrastruktur sebagai fasilitas penyeberangan yang aman dan nyaman.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.





