

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa demokrasi masih menjadi sistem pemerintahan terbaik yang dimiliki banyak negara, termasuk Indonesia. Meski pelaksanaannya kerap menghadapi tantangan dan tidak selalu berjalan mudah, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga kepercayaan terhadap sistem demokrasi sebagai fondasi kehidupan bernegara.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyambutan komunitas India di Jakarta bersama Perdana Menteri India Narendra Modi. Dalam pidatonya, Prabowo menilai demokrasi memang menuntut proses yang panjang, melibatkan banyak perbedaan pandangan, serta membutuhkan kesabaran dalam menghasilkan keputusan. Namun, menurutnya hingga saat ini belum ada sistem lain yang mampu menggantikan demokrasi dalam menjamin partisipasi masyarakat dan mewujudkan pemerintahan yang inklusif.
Prabowo mengatakan setiap negara memiliki pengalaman dan dinamika tersendiri dalam menjalankan demokrasi. Karena itu, ia menilai demokrasi harus terus dipelihara melalui penghormatan terhadap hukum, keterbukaan, dan partisipasi seluruh warga negara. Kepala negara juga mengapresiasi perjalanan demokrasi India yang dinilai mampu berkembang di tengah keberagaman masyarakat dan menjadi salah satu inspirasi bagi banyak negara, termasuk Indonesia.
Menurut Prabowo, hubungan Indonesia dan India selama ini dibangun di atas nilai-nilai bersama, termasuk penghormatan terhadap demokrasi, pluralisme, dan kerja sama antarmasyarakat. Ia berharap kedua negara dapat terus memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, perdagangan, pendidikan, hingga pertukaran budaya. Hubungan yang semakin erat dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua negara sekaligus memperkuat stabilitas kawasan.
Pernyataan mengenai pentingnya menjaga demokrasi disampaikan di tengah rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia. Selain menghadiri sejumlah agenda bilateral di Jakarta, kedua pemimpin juga dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan sebagai bagian dari diplomasi budaya antara Indonesia dan India. Pemerintah berharap rangkaian pertemuan tersebut semakin mempererat hubungan kedua negara yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.





