

Program Magang Nasional yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan hasil positif dalam menjembatani lulusan baru dengan dunia kerja. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengungkapkan bahwa hampir 30 persen peserta magang langsung memperoleh tawaran pekerjaan dari perusahaan tempat mereka menjalani program tersebut.
Temuan itu diperoleh dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional angkatan pertama dan kedua tahun 2025. Berbeda dengan survei berbasis sampel, evaluasi kali ini melibatkan seluruh peserta yang mengikuti program, sehingga hasilnya dinilai mampu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Total responden mencapai lebih dari 65 ribu peserta magang serta lebih dari 7 ribu perusahaan penyelenggara.
Menurut Yassierli, hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peserta memberikan penilaian positif terhadap program tersebut. Lebih dari separuh peserta mengaku sangat puas dengan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti magang, sementara sebagian besar lainnya menyatakan puas atau cukup puas. Tingkat ketidakpuasan tercatat sangat kecil dibandingkan jumlah peserta keseluruhan.
Dari sisi manfaat ekonomi, program ini juga dinilai memberikan dampak nyata. Banyak peserta menyebut uang saku yang diterima selama magang membantu memenuhi kebutuhan pribadi maupun mendukung kondisi ekonomi keluarga. Hasil tersebut menjadi salah satu indikator bahwa program tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelatihan kerja, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang lebih luas.
Sementara itu, perusahaan peserta program juga memberikan respons yang relatif positif. Mayoritas perusahaan mengaku puas terhadap kontribusi peserta magang yang ditempatkan di lingkungan kerja mereka. Penilaian tersebut memperkuat keyakinan pemerintah bahwa program magang dapat menjadi mekanisme efektif untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan pencari kerja muda.
Salah satu indikator keberhasilan yang paling menonjol adalah tingginya angka penawaran kerja setelah program berakhir. Data Kemnaker menunjukkan sekitar 17 persen peserta langsung menerima tawaran dan memilih bergabung dengan perusahaan tempat mereka magang. Sementara sekitar 12 persen lainnya juga mendapat tawaran, namun memutuskan menolak karena telah memperoleh pekerjaan di tempat lain. Dengan demikian, total peserta yang mendapatkan penawaran kerja mendekati 30 persen.
Kemnaker mencatat sektor keuangan, perdagangan besar, dan manufaktur menjadi bidang usaha yang paling banyak merekrut alumni magang. Tingginya kebutuhan tenaga kerja pada sektor-sektor tersebut dinilai mencerminkan permintaan pasar kerja saat ini yang terus berkembang.
Melihat hasil tersebut, pemerintah memutuskan melanjutkan Program Magang Nasional pada 2026 dengan target yang lebih besar. Jumlah peserta ditingkatkan menjadi 150 ribu orang, naik sekitar 50 persen dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Program akan dijalankan secara bertahap dengan tujuan memperluas akses pengalaman kerja bagi lulusan baru di berbagai daerah Indonesia.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis yang berfokus pada penulisan berita, analisis ilmiah, dan konten media digital. Ia memiliki ketertarikan dalam menyajikan informasi yang kompleks kepada khalayak luas dengan cara yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Pengalaman menulisnya mencakup penulisan artikel berita, makalah akademis, serta konten media sosial yang membahas isu-isu publik, komunikasi, dan praktik media.
Karyanya bertujuan untuk memadukan riset yang cermat dengan penyampaian cerita yang ringkas dan memikat.





