
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai video yang beredar di media sosial dan menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah mengajak masyarakat mendaftarkan diri untuk memperoleh bantuan dana hibah. Pemerintah memastikan video tersebut merupakan hoaks hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (deepfake) dan tidak berasal dari kanal resmi Kementerian Keuangan.
Dalam klarifikasinya, Kemenkeu menegaskan bahwa tidak pernah ada program bantuan dana hibah sebagaimana diklaim dalam video tersebut. Narasi yang menyebut masyarakat dapat memperoleh bantuan dengan cara mendaftar melalui tautan atau akun tertentu dipastikan merupakan informasi palsu yang berpotensi digunakan sebagai modus penipuan digital.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mengklik tautan, mengisi formulir, maupun menyerahkan data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan Menteri Keuangan atau Kementerian Keuangan tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Pelaku penyebaran hoaks kerap memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membuat video yang tampak meyakinkan sehingga sulit dibedakan dari rekaman asli.
Menurut Kemenkeu, video palsu yang mencatut nama Purbaya bukan kali pertama beredar. Sebelumnya juga muncul sejumlah video serupa yang mengklaim adanya program bantuan dana hibah bernilai miliaran rupiah maupun bantuan modal usaha yang mengatasnamakan Menteri Keuangan. Seluruh informasi tersebut telah dipastikan tidak benar dan merupakan bagian dari pola penipuan yang terus berulang.
Modus penipuan menggunakan video deepfake semakin sering ditemukan seiring berkembangnya teknologi AI. Pelaku biasanya mengambil cuplikan video pejabat publik, kemudian memanipulasi suara dan gerakan bibir agar terlihat seolah-olah menyampaikan pengumuman resmi mengenai bantuan sosial, hibah, investasi, atau program pemerintah lainnya. Tujuannya adalah menarik korban agar memberikan data pribadi atau mentransfer sejumlah uang.
Kementerian Keuangan meminta masyarakat selalu memeriksa kebenaran informasi melalui kanal resmi pemerintah sebelum mempercayai atau membagikan sebuah video. Seluruh pengumuman mengenai kebijakan fiskal, bantuan pemerintah, maupun program resmi hanya disampaikan melalui situs web dan akun media sosial resmi Kemenkeu, bukan melalui tautan yang disebarkan secara acak di media sosial.
Masyarakat juga diimbau lebih waspada terhadap berbagai ciri video hasil rekayasa AI, seperti gerakan bibir yang tidak sepenuhnya sinkron dengan suara, intonasi yang terdengar tidak alami, serta adanya ajakan untuk segera mendaftar melalui tautan tertentu. Apabila menemukan konten serupa, masyarakat disarankan tidak menyebarkannya dan segera melaporkannya kepada platform terkait atau instansi pemerintah yang berwenang.
Kemenkeu menegaskan akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyebaran hoaks dan penyalahgunaan teknologi AI. Pemerintah berharap meningkatnya literasi digital dapat membantu masyarakat terhindar dari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat maupun lembaga negara.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.



