

Harga cabai rawit merah masih bertahan di level tinggi dan menjadi salah satu komoditas pangan dengan kenaikan paling menonjol pada pekan ini. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, harga cabai rawit merah secara nasional mencapai sekitar Rp76.300 per kilogram atau naik 2,35 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan tersebut terjadi di tengah pergerakan harga pangan yang relatif beragam. Sejumlah komoditas seperti bawang putih, beras medium, dan daging sapi juga mengalami peningkatan harga, sementara beberapa jenis cabai lainnya justru mencatatkan penurunan. Namun demikian, cabai rawit merah tetap menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi di pasar tradisional.
Tingginya harga cabai rawit kembali menjadi perhatian karena komoditas ini memiliki pengaruh besar terhadap pengeluaran rumah tangga. Cabai merupakan bahan pangan yang hampir selalu digunakan dalam konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia, sehingga kenaikannya kerap dirasakan langsung oleh konsumen maupun pelaku usaha kuliner.
Meski harga cabai rawit merah mengalami kenaikan, kondisi berbeda terlihat pada cabai merah besar dan cabai merah keriting. Harga cabai merah besar tercatat turun menjadi sekitar Rp57.700 per kilogram, sementara cabai merah keriting berada di kisaran Rp55.500 per kilogram. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga tidak terjadi secara merata pada seluruh jenis cabai.
Selain cabai, sejumlah bahan pangan lain juga mengalami perubahan harga. Beras medium kualitas I dan II masing-masing naik menjadi Rp16.300 dan Rp16.100 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang tercatat meningkat menjadi Rp43.100 per kilogram, sedangkan harga daging sapi kualitas I mencapai Rp149.300 per kilogram.
Pengamat pangan menilai fluktuasi harga cabai biasanya dipengaruhi oleh faktor pasokan, kondisi cuaca, distribusi, dan pola panen di daerah sentra produksi. Ketika pasokan berkurang atau distribusi terganggu, harga cabai cenderung naik lebih cepat dibandingkan komoditas pangan lainnya. Kondisi ini membuat cabai menjadi salah satu penyumbang volatilitas harga pangan nasional.
Pemerintah dan berbagai instansi terkait terus memantau perkembangan harga pangan untuk menjaga stabilitas pasar. Langkah pengawasan distribusi dan pemantauan stok diharapkan mampu mencegah lonjakan harga yang berlebihan, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi masyarakat.
Dengan harga yang masih berada di atas Rp76.000 per kilogram, cabai rawit merah diperkirakan tetap menjadi salah satu komoditas yang paling diperhatikan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan. Arah pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada kondisi pasokan dan distribusi dari sentra produksi ke pasar-pasar konsumsi utama.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.





